24 Januari 2017 | dilihat: 657 Kali
Polisi Indonesia Selundupkan Senjata
noeh21

WartaOne, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang menyelidiki dugaan adanya penyelundupan senjata oleh Polisi asal Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian, United Nations African Mission in Darfur (UNMAID) di Bandara El-Fasher, negara bagian Darfur Utara, Sudan, Jumat (20/01).

Hal tersebut sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Pusat Media Sudan (Sudanese Media Centre), bahwa berbagai senjata dan amunisi yang diselundupkan sebanyak 29 senapan Kalasnikov, senapan GM3, berbagai jenis pistol dan berbagai jenis amunisi dalam jumlah besar yang disita dari bagasi yang diduga milik para anggota Polisi tersebut.

Senada dengan itu, Deputi Gubernur Darfur Utara, Sudan, Mohamed Hasab al-Nabi mengatakan senjata dan amunisi yang diselundupkan tersebut berstatus illegal, sehingga pemerintah negara bagian Darfur Utara mengambil prosedur hukum yang diperlukan dan menyerahkan kasus itu ke Pemerintah Federal Sudan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, Senin (23/01/2017) membenarkan adanya informasi yang beredar lewat media lokal Sudan tersebut dan memastikan bahwa Duta Besar RI di Khartoum, Sudan, sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan kepada pasukan polisi Indonesia dan masih diselidiki lantaran adanya sejumlah kejanggalan.

  "Terkait permasalahan di Sudan, kami sudah mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan dari informasi awal yang diterima. Pihak PBB sedang melakukan investigasi," ujar Arrmanatha Nasir kepada media, Senin (23/01)

Arrmanatha mengatakan, informasi yang diterima dari pasukan Polisi Indonesia bahwa barang tersebut bukan miliki Pasukan Polisi Indonesia dan Tim Polri akan segera berangkat untuk memberikan bantuan hukum dan mencari kejelasan dari permasalahan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Suryanto mengatakan bahwa informasi terkait dugaan penyelundupan senjata oleh pasukan perdamaian itu akan dijelaskan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.

Misi UNAMID dimulai sejak 2007 untuk membantu menghentikan kekerasan di wilayah barat Sudan. UNAMID merupakan misi perdamaian terbesar kedua di dunia dengan anggaran mencapai US$ 1,35 miliar, lengkap dengan 2.000 personel. (ant/tirto/sindo)

Berita Terkait

00031404

Total pengunjung : 31404
Hits hari ini : 319
Total Hits : 156875
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)