25 Mei 2017 | dilihat: 3379 Kali
Bom Kampung Melayu, M Tasrif Minta Presiden Copot Kepala BIN dan Kapolri
noeh21
Muhammad Tasrif Tuasamu, Ketua Aliansi Mahasiswa Jabodetabek

WartaOne#Jakarta- Sporadis dan meluasnya Aksi Bom Bunuh diri di kampung melayu Jakarta timur, sangat membuat masyarakat semakin resah dengan kondisi bangsa kita hari ini. Bahkan di berbagai daerah pun juga merasakan hal yang serupa. Negara jangan diamkan persoalan ini berlarut-larut, harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Munculnya pelaku teror yang masih relatif muda menandakan bahwa kaderisasi dan doktrinasi paham radikal berhasil dilakukan oleh kelompok tersebut secara massif.

Ketua Aliansi Mahasiswa Jabodetabek, Muhammad Tasrif Tuasamu mengatakan bahwa Negara tidak boleh kalah dengan tindakan teror yang dilakukan oleh kelompok teroris. Karena tidakan teror dapat mengganggu ketenangan masyarakat dan stabilitas kemanan negara. Bahkan negara harus menjaminkan Kepala Badan Intelejen Negara & Kapolri yang benar-benar profesional dan mampu mendeteksi segala bentuk ancaman teror di Indonesia.

“Aksi teror dan bom bunuh diri semalam di Kampung melayu Jakarta timur,  merupakan kegagalan BIN & Mabes Polri saat mendeteksi kelompok-kelompok dari para penganut paham radikal. Pemerintah harus menangkal penyebaran paham radikal dengan menggunakan ideologi tertentu”. Kata Tasrif Tuasamu, Jakarta 25 Mei 2017

Muhammad Tasrif Tuasmau menambahkan, Universitas Mpu Tantular Jakarta akan mengambil peran dan melawan ideologi radikal (terorisme), mengingat semakin banyaknya teroris yang secara usia masih sangat muda. Ia juga mengingatkan kepada para alumni dan mahasiswa UMT Jakarta untuk menyebarkan virus-virus Islam yang damai, Islam yang ramah bukan Islam yang marah.

“Terorisme adalah Musuh negara, maka wajib hukunya kita jihad untuk membela NKRI,” imbuhnya.

Mantan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum (BPM FH) itu berpesan bahwa perang melawan terorisme tidak bisa dilakukan jika hanya mengandalkan peran pemerintah pusat.

“Dibutuhkan kerjasama antara ormas-ormas keagamaan, lembaga pendidikan, pemerintah pusat sampai daerah, penegak hukum dan masyarakat perlu bahu-membahu untuk melakukan pencegahan dan penanganan paham radikal di masyarakat. Minimal masyarakat bisa berperan serta dalam menangkal paham radikal ke anggota keluarga atau lingkungan sekitar mereka, Ujar Tasrif.

M Tasrif berharap kepada presiden segera memberhentikan kepala BIN dan Kapolri karena dinilai tidak professional dalam menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat.(red)

Berita Terkait

00026499

Total pengunjung : 26499
Hits hari ini : 71
Total Hits : 127002
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)