05 Februari 2017 | dilihat: 714 Kali
Judul Lagu Menjadi Motif Batik Kebumen
noeh21
Ilustrasi (ist)

Wartaone, Kebumen – Batik Tulis di Kabupaten Kebumen terus mengalami perkembangan. Di tangan Feby Ari Kurniawan (presenter Ratih TV), batik tulis Kebumen dikreasikan dengan motif judul lagu. Sangat diluar dugaan, motif ciptaannya itu sangat diminati orang. Bahkan, hasil karyanya itu diborong oleh Warga Negara Jerman yang tinggal di Hongkong.

Setelah ditetapkan sebagai warisan budaya nusantara oleh UNESCO, batik makin menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Tak terkecuali bagi warga Kebumen yang memiliki batik tulis Kebumen.

Jika sebelumnya, batik tulis Kebumen memiliki tiga motif utama, yakni motif jagatan buntal, rante dan srikit. Saat ini, Batik Kebumen ditampilkan dengan motif tematik.

Adalah Feby Ari Kurniawan, seorang presenter Ratih TV Kebumen yang mengkreasikan motif khas Kebumen dengan judul lagu. Berbagai motif ciptaan Feby, diantaranya batik judul lagu Balonku Ada Lima srikit, Iwak Peyek Uger, Pelangi-pelangi Ukel Cantel, si Kancil Nyolong Timun, Kupu-kupu yang Lucu, dan Bintang Kecil.

Ditemui di rumahnya yang terletak di Dusun Prumpung, RT 03 RW 02 Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen, Feby beralasan, batik tulis Kebumen dengan tema lagu anak-anak yang pernah booming itu dimaksudkan untuk menarik minat anak-anak muda terhadap batik Kebumen.

"Judul lagu ini kan biar gampang ‘nyantel’ dibenak anak-anak muda, sehingga mereka tertarik dengan batik Kebumen. Selain itu, motif judul lagu anak-anak ini juga akan teringat kembali dengan masa kanak-kanaknya," tutur Feby.

Tak hanya motifnya lucu, batik hasil karya Feby juga diproduksi terbatas. Untuk satu warna motif batik judul lagu, Feby hanya memproduksi dua buah. Pria 36 tahun itu beralasan, dibatasinya jumlah produksi itu agar karyanya itu lebih ekseklusif.

"Sekarang kalau dibuat banyak-banyak, kan jadi banyak yang ngembari. Jadi memang sengaja dibatasi maksimal dua, biar benar-benar ekseklusif," kata PNS Bagian Humas dan Protokol Setda Kebumen itu.

Feby mengaku, melakukan proses pewarnaan batik hasil karyanya itu dilakukan sepulang kerja. Dia lakukan sendiri sehabis magrib hingga pukul 22.00.

"Kalau malam kan sepi jadi tidak ada yang ganggu. Karena proses pewarnaan itu butuh konsentrasi tinggi," ucapnya.

Hasil karyanya itu, iseng dia upload di akun facebook miliknya. Diluar dugaan, ada warga Jerman yang tinggal di Hongkong menyukai hasil karyanya dan memborong batik khas Kebumen yang sudah dimodifikasi itu. 

"Awalnya dia tidak tahu Kebumen itu dimana, dia nanya kok di Kebumen ada batik kaya gitu. Terus saya jelasin Kebumen itu ada di Jawa Tengah, Indonesia dan memiliki batik khas seperti yang saya miliki. Dia langsung tertarik dan membeli enam batik sekaligus," bebernya.

Harga yang ditawarkan Feby, harga batik motif unika itu juga relatif murah. Tergantung motif dan tingkat kesulitan pembuatannya.

"Sebenarnya saya belum mau menjual dulu, karena saya masih mau mengumpulkan stok dulu. Dan ingin membuat display dulu, tapi ternyata sudah banyak juga yang nanyain," tutupnya.(ori)

(SUMBER Ratih Tv Kebumen)

Berita Terkait

00030901

Total pengunjung : 30901
Hits hari ini : 73
Total Hits : 155719
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)