11 April 2017 | dilihat: 696 Kali
ACILA 2016 MENUAI KASUS
12 Finalis ACILA 2016 Tagih Total Hadiah Rp 58 juta
noeh21
Ilustrasi (Foto: Tika Bisono (kiri), Ketua KPAI (tengah), panitia ACILA 2016 (kanan), dan 3 besar finalis ACILA 2016)

WartaOne - Jakarta, Rupanya hingga saat ini, para finalis ACILA 2016 belum menerima sedikitpun dari total hadiah senilai Rp 58 juta yang telah dijanjikan di website resmi mereka (www.acilaindonesia.com). Mereka baru menerima plakat dari Tika Bisono yang merupakan penggagas sekaligus penanggung jawab ACILA 2016.

Terang saja Para Finalis Ajang Cipta Lagu Anak (ACILA) 2016 yang terdiri dari Fickar (Jakarta), Merina (Bekasi), Ikbar (Malang), Ramadhani (Surabaya), Irfandhi (Pekanbaru), Yhona (Subang), Luke (Yogyakarta), Hantyoko (Yogyakarta), Sodik (Yogyakarta), Adhi (Wonogiri), Asrul (Aceh), Ludmilla (Yogyakarta), pemenang lomba youtube ACILA, Navis (Yogyakarta), serta finalis termuda Fani (Yogyakarta), merasa dirugikan usai berhasil masuk ke tahap grand final yang disiarkan secara langsung oleh RCTI pada 2 Oktober 2016 jam 14.30 WIB.

“Dulu setelah grand final selesai kami dijanjikan bahwa hadiah akan cair sebelum masuk tahun baru 2017. Setelah lewat tahun baru, kami mengirimkan surat peringatan kepada Bu Tika Bisono dan kemudian beliau membalasnya dengan memastikan bahwa hadiah akan cair pada bulan Februari.

Memasuki bulan maret, hadiah tak kunjung cair dan dijanjikan lagi oleh Bu Maya (salah satu panitia ACILA 2016) melalui grup whatsapp bahwa hadiah akan cair di bulan maret. Nah, sekarang sudah masuk april lagi-lagi tidak ada kejelasan dari pihak panitia dan hanya bisa janji, janji, dan janji.” geram Ikbar, salah satu dari 12 finalis ACILA 2016.

Acara ACILA 2016 sendiri sejatinya didukung oleh PT. Tibis Sinergi, Kemendikbud, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), RRI, Martha Tilaar, RCTI sebagai broadcaster, dan beberapa pihak lain. Kini, para finalis ACILA 2016 tengah bersiap untuk membawa masalah ini ke jalur hukum setelah upaya-upaya kekeluargaan tidak diindahkan oleh panitia dengan melunasi seluruh hadiah yang dijanjikan.

 Menurut Merina, salah satu finalis, mengungkapkan bahwa sejak 3 bulan yang lalu komunikasi intens telah dibangun dengan salah satu penasehat hukumnya. “Kami sudah menyiapkan langkah-langkah hukum yang konkrit  sejak awal tahun 2017, mulai dari surat peringatan yang telah kami kirimkan bulan Januari lalu dan april ini memang agendanya akan kami laporkan ke pihak berwajib,” tandasnya

Sementara itu menurut Fickar, salah satu finalis, menuturkan bahwa dari mulai karantina hingga babak grand final bulan oktober 2016 kemarin memang sudah terlihat bahwa panitia mengalami banyak miss dalam koordinasi akibat kurangnya dana untuk menjalankan event ini. Salah satu panitia yang bernama Rendy bahkan harus mengeluarkan budget pribadi hingga Rp 7 juta untuk keperluan ACILA 2016 yang ampai hari ini juga belum diganti oleh  Tika Bisono & tim. “Kalau tidak punya uang seharusnya tidak perlu bikin event besar-besar seperti ini daripada merugikan orang lain. Itu uang yang saya pinjamkan sebenarnya biaya kuliah pacar saya” tuturnya.

Juara 2 ACILA 2016, Hantyoko, mengaku sudah sejak lama membutuhkan uang tersebut agar dia memiliki cukup uang untuk melakukan operasi pada matanya yang tidak seberuntung orang pada umumnya. “Beberapa hari setelah grand final usai, saya sempat datang ke Jakarta Eye Center. Biayanya tidak murah. Padahal saya yakin, saya akan mampu bermusik lebih baik apabila saya memiliki penglihatan normal seperti orang lain. Ya saya berharap sekali lah hadiah segera cair,” tuturnya.

Dalam kesempatan lain, Ibunda dari Navis, pemenang Youtube ACILA 2016 juga menyayangkan tidak jelasnya pencairan hadiah. Padahal menurutnya, ia terpaksa sampai hutang terhadap salah satu jasa travel akibat pemberangkatan finalis ke Jakarta menggunakan sistem reimburse.”Sampai hari ini saya masih tidak enak dengan jasa travel tersebut karena belum melunasi hutang. Apalagi hadiahnya Navis juga belum cair,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu saja, sampai berita ini diterbitkan, sertifikat untuk para finalis juga belum diberikan. Kontrak rekaman 1 album untuk 12 hasil karya terbaik ACILA 2016 dan 1 karya pencipta usia termuda juga belum memiliki kejelasan. “Kemarin fakultas saya membutuhkan sertifikatnya agar saya bisa dapat beasiswa, tapi ternyata dari pihak panitia belum bisa menjanjikan kapan terbitnya,” keluh Ramdhani, Juara 3 ACILA 2016. (Team)

Berita Terkait

00031356

Total pengunjung : 31356
Hits hari ini : 176
Total Hits : 156732
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)