12 Maret 2017 | dilihat: 859 Kali
“Shalawat Untuk Negeri” Memperingati Supersemar
noeh21
Foto: Ist

WartaOne, Jakarta – Sabtu (11/3/2017) malam,  keluarga mendiang Presiden ke-2 RI Soeharto meperingat hari lahir Surat Perintah Sebelas maret (Supersemar) di Masjid At-Tien komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan tema “Sholawat Untuk Negeri”.

Tampak sejumlah tokoh hadir dalam acara itu seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, dan beberapa tokoh lainnya. Sedangkan dari mantan Presiden Soeharto tampak hadir Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, Mamiek Soeharto, dan Titiek Soeharto.

Seiring dengan doa dan shalawat bersama dipimpin ustaz Arifin Ilham, Habib Rizieq Shihab ceramah tentang Supersemar. Dia menyebut peristiwa Supersemar sebagai peristiwa besar.

"Saya ingin ingatkan kepada diri saya dan jamaah. Bahwa kegiatan ini adalah untuk memperingati satu peristiwa besar bagi bangsa Indonesia, yaitu peristiwa Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)," kata Rizieq.

Pada acara yang dipenuhi oleh ribuan masyarakat dari berbagai wilayah  tersebut, hadir juga calon Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan. Anies hadir dengan mengenakan koko putih dan celana panjang hitam.

Kedatangan Anies dijaga ketat oleh sejumlah organisasi Islam seperti Front Pembela Islam (FPI).  Mereka membentuk pengawalan sepanjang perjalanan Anies masuk ke pintu tamu VVIP di Masjid At Tin. Saat turun di sisi Masjid At Tin, Anies langsung disambut masyarakat yang berkerumun. Mereka mengelu-elukan nama Anies sambil bertakbir.

Melihat antusias masyarakat dalam penyambutan Anies, Titiek menegaskan bahwa acara ini bukan untuk kampanye Anies-Sandi, sesuai dengan undangan.

"Ini lagi, ada-ada saja. Betul ada acara shalawatan dalam memperingati Supersemar di Masjid At-Tien. Tapi nggak ada hubungannya dengan kampanye. Ini acara keluarga, nggak tahu kok ada undangan yang beredar viral seperti itu," ucap Titiek.

Dalam sambutannya Titiek mengatakan, pasca-kepemimpinan Soeharto telah banyak perubahan terjadi. Meski demikian, menurut Titiek, demokrasi yang kini berjalan di Indonesia telah kebablasan seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo.

"Mari lanjutkan perjuangan beliau, kita kembalikan dari demokrasi yang kebablasan. Berdoa kepada Allah SWT dijauhkan dari malapetaka dan bencana, diangkat dari kemiskinan dan kebodohan," ujarnya.

Titek pun sempat merasa terharu dengan banyaknya jamaah yang hadir dan masih mengingat sosok Soeharto, yang memimpin Indonesia selama 30 tahun lebih. "Begitu banyak rakyat yang mendoakan pak Harto," lanjutnya terbata-bata.

Supersemar dikeluarkan oleh Presiden Soekarno selaku Presiden/Panglima Tertinggi Pemimpin Besar Revolusi Mandataris MPRS kepada Letnan Jenderal Soeharto sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat. Surat perintah ini dikeluarkan pada 11 Maret 1966 agar Soeharto mengambil tindakan yang dianggap perlu guna terjaminnya ketenangan, keamanan, stabilitas pemerintahan, dan keselamatan pribadi Presiden Sukarno.

Surat tersebut ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan diberikan kepada 3 perwira tinggi Angkatan Darat, yakni Mayjen Basuki Rachmat, Brigjen M Yusuf, dan Brigjen Amir Machmud. Namun hingga sekarang naskah asli Supersemar tidak diketahui keberadaannya. Pada 2008, muncul naskah Supersemar di internet. Naskah diketik di sebuah kertas berwarna kekuningan yang tampak tua.

Naskah Supersemar tersebut beredar dari milis dan e-mail. Dalam versi online ini, naskah Supersemar diketik di atas kertas berkop Presiden Republik Indonesia disertai logo padi dan kapas di atasnya.

Selain logo padi dan kapas, ada logo burung garuda di sisi kiri. Di akhir naskah, ada tanda tangan Presiden Indonesia Soekarno pada 11 Maret 1966. Naskah ditulis dalam ejaan lama.(dd) 

Berita Terkait

00031352

Total pengunjung : 31352
Hits hari ini : 82
Total Hits : 156638
Pengunjung Online : 5

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)