03 Januari 2017 | dilihat: 2860 Kali
Tuan Guru yang Layak Jadi Pemimpin Masa Depan Negeri
noeh21
Dr. KH. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA

WartaOne, Jakarta – Dr. KH. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA atau yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat  untuk 2 periode  masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018 yang  mendapat penghargaan dari  Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Gubernur paling muda. Ketika dilantik, usianya baru 36 tahun tiga bulan 17 hari.

Perjalanan karir politik pria kelahiran Pancor, Selong Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini berawal dari hubungan akrabnya dengan Prof. Yusril Ihza Mahendra yang mengajaknya maju sebagai anggota DPR-RI dari Partai Bulan Bintang dan terpilih sebagai anggota Komisi X DPR RI untuk masa jabatan 2004-2009 yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan.

Kemudian, atas dukungan oleh PBB dan PKS Tuan Guru Bajang sukses terpilih menjadi gubernur NTB periode 2008-2013.

Tuan Guru Bajang adalah cucu dari ulama paling kharismatik di Nusa Tenggara Barat, khususnya di tanah Lombok. Sang kakek Maulana Syekh Tuan Guru Haji M. Zainuddin Abdul Madjid adalah pendiri Nahdlatul Wathan (NW) ormas Islam terbesar di NTB.

 Sebagai ulama, dia adalah seorang Doktor dalam bidang Tafsir dan Ilmu-ilmu Qur’an Al Azhar Kairo yang sudah menuntaskan hafalan Al-Qur’an di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan Pancor selama setahun (1991-1992).

Masa depan yang panjang

Mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden SBY, Dahlan Iskan menuliskan sebuah artikel yang menceritakan tentang sosok Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi.

Dalam tulisanya Dahlan memuji kesantunan Gubernur, bahkan ketika mengkritikpun tidak membuat sasarannya terluka.

Inilah Gubernur yang berani mengkritik pers secara terbuka di acara puncak Hari Pers Nasional (HPN). Di depan hampir semua tokoh pers se-Indonesia, dan di depan Presiden Jokowi, di Lombok pada tanggal 09 Februari 2016 lalu.

Inilah Gubernur yang kalau mengkritik tidak membuat sasarannya terluka, bahkan tertawa-tawa saking mengenanya dan lucunya

"Yang akan saya ceritakan ini tidak terjadi di Indonesia," kata sang Gubernur

"Ini di Mesir"

Sang Gubernur memang pernah bertahun-tahun belajar di Mesir setelah menyelesaikan studynya di pesantren Gontor. Di Universitas paling hebat disana 'Al Azhar', bukan hanya paling hebat, tapi juga salah satu yang tertua di dunia

Dari Al Azhar pula sang Gubernur meraih gelar Doktor untuk ilmu yang sangat sulit 'Tafsir Al Qur'an'. Inilah satu-satunya kepala pemerintahan di Indonesia yang hafal Al Qur'an, dengan artinya, dengan maknanya, dan dengan tafsirnya

Mesir memang mirip dengan Indonesia. Dibidang politik dan persnya. Pernah lama diperintah secara otoriter. Lalu terjadi reformasi. Bedanya: Demokrasi di Indonesia mengarah ke berhasil. Di Mesir masih sulit ditafsirkan

"Di zaman otoriter dulu" ujar sang Gubernur di depan peserta puncak peringatan Hari Pers Nasional itu,

"Tidak ada orang yang percaya berita koran"

Gubernur sepertinya ingin mengingatkan berita koran di Indonesia pada zaman Presiden Soeharto. Sama, tidak bisa dipercaya. Semua berita harus sesuai dengan kehendak penguasa

"Satu-satunya berita yang masih bisa dipercaya hanyalah berita yang dimuat di halaman 10," ujarnya. Di halaman 10 itulah, kata dia, dimuat Iklan Dukacita. Gerrr...!!! Semua hadirin tertawa termasuk Presiden Jokowi, tepuk tangan pun membahana

Bagaimana setelah reformasi, ketika pers menjadi terlalu bebas? "Masyarakat Mesir malah lebih tidak percaya," katanya

"Semua berita memihak," tambahnya

"Halaman 10 pun tidak lagi dipercaya," guraunya

Meski hadirin terbahak lebih lebar, sang Gubernur masih perlu klarifikasi. "Ini bukan di Indonesia lho, ini di Mesir," katanya. Hadirin pun kian terpingkal-pingkal. Semua mahfum. Ini bukan di Mesir. Ini di Indonesia

Saya mengenal banyak Gubernur yang amat santun. Semua Gubernur di Papua termasuk yang sangat santun. Yang dulu maupun yang sekarang. Tapi, Gubernur yang baru mengkritik pers itu luar biasa santun. Itulah Gubernur NTB: Tuan Guru DR KH Zainul Majdi. Lebih akrab disebut Tuan Guru Bajang

Gelar Tuan Guru di depan namanya, mencerminkan bahwa dirinya bukan orang biasa. Dia Ulama besar. Tokoh agama paling terhormat di Lombok sejak dari kakeknya. Sang kakek punya nama selangit. Termasuk langit arab: Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid

Di Makkah, sang kakek dihormati sebagai Ulama Besar. Buku-bukunya terbit dalam bahasa Arab. Banyak sekali. Di Mesir, juga di Lebanon. Menjadi pegangan bagi orang yang belajar agama di Makkah

Sang kakek adalah pendiri organisasi keagamaan terbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW). Setengah penduduk Lombok adalah warga NW. Di Lombok tidak ada NU. NU-nya, ya NW itu. Kini sang cucu lah yang menjadi pimpinan puncak NW. Dengan ribuan madrasah di bawahnya

Pada zaman demokrasi ini, dengan mudah Tuan Guru Bajang terpilih menjadi anggota DPR. Semula dari Partai Bulan Bintang. Lalu dari Partai Demokrat. Dengan mudah pula dia terpilih menjadi Gubernur NTB. Dan terpilih lagi. Untuk periode kedua tahun ini

Selama karirnya itu, Tuan Guru Bajang memiliki track record yang komplit. Ulama sekaligus Umara. Ahli Agama, Intelektual, Legislator, Birokrat, dan sosok santun. Tutur bahasanya terstruktur. Pidatonya selalu berisi. Jalan pikirannya runut. Kelebihan lain: masih muda, 43 tahun. Ganteng, berkulit jernih, wajah berseri, dan murah senyum. Masa depannya masih panjang, pemahamannya pada rakyat bawah nyaris sempurna

"Bapak Presiden," katanya di forum tersebut, saya mendengar pemerintah melalui Bulog akan membeli jagung impor 300.000 ton dengan harga Rp 3.000/kg

Lalu, ini inti pemikirannya: Kalau saja pemerintah mau membeli jagung hasil petani NTB dengan harga Rp: 3.000/kg, alangkah sejahteranya petani NTB. Selama ini, harga jagung petani di pusat produksi jagung Dompu, Sumbawa, NTB hanya Rp 2.000 sampai Rp 2.500 saja per kg

Sang Gubernur kelihatannya menguasai ilmu mantik. Pelajaran penting waktu saya bersekolah di madrasah dulu. Pemahamannya akan pentingnya pariwisata juga tidak kalah

"Lombok ini memiliki apa yang dimiliki Bali, tapi Bali tidak memiliki apa yang dimiliki Lombok" motto barunya. Memang segala adat Bali dipraktikkan oleh masyarakat Hindu yang tinggal di Lombok Barat

Demikian juga pemahamannya tentang vitalnya infrastruktur. Dia membangun by pass di Lombok. Juga di Sumbawa. Dia rencanakan pula by pass jalur selatan. Kini sang Gubernur lagi merancang berdirinya kota baru. Kota Internasional di Lombok Utara. Sebagai Gubernur, Tuan Guru Bajang sangat mampu dan modern. Sebagai Ulama, Tuan Guru Bajang sulit diungguli. Inikah sejarah baru..??? Lahirnya Ulama dengan pemahaman Indonesia yang seutuhnya? Subhanallah

Bila kita ingin masa depan Indonesia jadi lebih baik, maka bangsa ini harus dipimpin oleh sosok langka seperti DR KH Zainul Majdi ini. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjadi Presiden di negeri ini, maka dia harus menjadi "MediaDarling" sayangnya, Pemimpin berkualitas dan berkualifikasi seperti Beliau "Mustahil" akan didukung oleh para Taipan Media, apalagi dengan latar belakang keislamannya yang begitu kental

Namun, itu bukan alasan bagi kita untuk tidak berusaha "Menempatkan Orang Baik di tempat yang baik untuk kebaikan bersama" dengan segala kemampuan yang kita miliki. Meski hanya dengan menyebarkan informasi dengan postingan ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan semoga bisa juga sebagai ladang ibadah bagi kita.

Berbagai prestasi

Diantara prestasi yang telah dicapai Tuan Guru yang sangat concern dengan pendidikan ini adalah, pada tahun 2009 beliau menerima Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala yang merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam pembangunan Bidang Kesehatan.

Pada tahun 2010, menerima penghargaan The Best Province Tourism Develovment dengan dikukuhnya NTB sebagai Provinsi Pengembang Pariwisata Terbaik versi ITA di Metro TV. Kemudian, berkat kemajuan insdustri di NTB, Ia juga mendapat penghargaan kategori The Best Dedicated Governor in Developing of MICE Industry.

Bersama gubernur Bali, Tuan Guru Bajang mendapat penghargaan Bintang Maha Putra Utama dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono karena telah berjasa banyak pada negara.(change/1jam/ep)

Berita Terkait

00026499

Total pengunjung : 26499
Hits hari ini : 51
Total Hits : 126982
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)