06 Oktober 2018 | dilihat: 17 Kali
Bekas Budak ISIS Ini Raih Nobel Perdamaian
noeh21
Nadia Murad perempuan bekas budak ISIS raih penghargaan Nobel Perdamaian 2018.

Atas jasa-jasanya mencegah pemerkosaan sebagai senjata perang, Nadia Murad, seorang perempuan yang menjadi budak ISIS dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian 2018. Murad, perempuan Yazidi, Irak Utara berusia 25 tahun, pernah menjadi budak seks kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) selama tiga bulan.

Wartaone.net - Murad diculik oleh milisi ISIS pada 2014 lalu dijadikan sebagai budak seks dan diperjualbelikan beberapa kali sebelum berhasil meloloskan diri. Setelah lolos dan keluar dari Mosul, Irak, ia bertemu dengan wartawan BBC Nafiseh Kohnavard.

Wartawan BBC mengatakan bahwa wawancara bisa anonim, tapi ia menegaskan tak masalah identitasnya diungkap, dengan alasan dunia perlu tahu apa yang terjadi terhadap perempuan-perempuan Yazidi.

Dua tahun kemudian, dalam wawancara khusus dengan BBC, ia membeberkan bagaimana ia lolos dan apa yang ia alami saat disekap oleh milisi ISIS.

"Milisi ISIS di Mosul ada di mana-mana. Saya pernah lari melalui jendela, tapi langsung ditangkap," kata Murad.

Saat ditangkap kembali, ia dimasukkan ke satu sel dan diperkosa oleh semua milisi ISIS yang yang berjaga di sel tersebut.

Murad, bagi ISIS, dianggap sebagai rampasan perang dan boleh dijadikan sebagai budak.

Saya diperkosa beramai-ramai," ungkap Murad. Ia mengatakan memperkosa perempuan hasil rampasan perang "adalah bagian dari perjuangan ISIS".

Sejak itu ia berpikiran tak akan mau lagi mencoba meloloskan diri.

Peluang lolos muncul saat milisi ISIS terakhir yang menjaganya hidup sendiri di Mosul. Milisi ini mengatakan akan menjual Murad dan ia memintanya untuk membersihkan diri.

Saat milisi ini keluar, Murad memberanikan diri untuk meninggalkan rumah dan mengetok pintu salah satu tetangga. Ternyata yang ia ketok adalah satu keluarga Muslim yang tak punya hubungan dengan ISIS.

Keluarga Muslim inilah yang menyelamatkan dirinya. Mereka memberi Murad abaya hitam dan kartu identitas baru dan membawanya ke perbatasan.

Sejak lolos dari sekapan ISIS pada November 2014, Murad aktif mengkampanyekan dihentikannya penyelundupan manusia dan menyerukan dunia agar mengambil langkah-langkah tegas dengan tujuan tak lagi ada pihak-pihak yang menggunakan pemerkosaan sebagai senjata perang.

Pada 2016 Dewan Eropa memberi Murad penghargaan hak asasi manusia Vaclav Havel.

Saat menerima penghargaan ini di Strasbourg, Prancis, Murad mendesak milisi-milisi ISIS diadili di pengadilan internasional.

Tahun lalu PBB mengangkatnya sebagai duta besar khusus. (Red)

Berita Terkait

00026499

Total pengunjung : 26499
Hits hari ini : 69
Total Hits : 127000
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)