17 April 2017 | dilihat: 515 Kali
Relawan Roemah Djoeang dan Warga Kalideres Gagalkan Pembagian Sembako Simpatisan Paslon 2
noeh21

WartaOne – Jakarta, Warga Kalideres dan Relawan Roemah Djoeang berhasil menggagalkan pembagian Sembako dari Tim Simpatisan Paslon nomor urut 2 sebanyak 6 Truk. Sampai saat ini truk-truk pengangkut sembako tersebut masih berada di Polsek Kalideres Jakarta Barat (Minggu, 16/04/2017).

Awalnya warga setempat melihat sebuah kendaraan colt diesel dan 2 pick up keluar masuk Pabrik Kardus Pegadungan Kecamatan Kalideres. Dan telah terjadi adu mulut/keributan antara Relawan Roemah Djoeang bersama warga dengan pengemudi yang keluar masuk pabrik, karena dicurigai membawa sembako maka dilaporkanlah penemuan tersebut ke panwaslu Kalideres dan Kapolsek Kalideres.

Pada saat ribut adu mulut tersebut Syamsudin Tim Relawan RD dengan pengemudi truk tiba-tiba beberapa warga ikut mendekat/masuk disekitar pabrik kertas tersebut. Namun tidak sampai terjadi insiden pemukulan dari kedua belah pihak. Menurut Keterangan pengemudi sembako tersebut akan dibagikan diluar wilayah.

Kampanye Pilkada Serentak 2017 putaran kedua berakhir pada 15 April 2017. Selanjutnya masa tenang Pilkada ditetapkan pada 16-18 April 2017.  Peraturan KPU nomor 12 tahun 2015, Minggu (16/4/2017),

Berdasarkan Pasal 49 tentang Jadwal, Waktu, dan Lokasi Kampanye, pasangan calon maupun tim sukses dilarang menggelar kampanye dalam bentuk apapun.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat Puadi mengatakan, pihaknya mengamankan barang bukti sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat di wilayah Jakarta Barat saat masa tenang pilkada DKI putaran kedua.

Di Kebon Jeruk dan Duri Kepa, Panwaslu Jakbar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada saat sembako diberikan kepada masyarakat. Selain sembako, ditemukan bukti fotokopi KTP dan Nomor Kartu Keluarga (NKK) yang digunakan sebagai syarat pengambilan sembako.

"Kami juga ada temuan dan merangkap laporan di Kalideres, sembako 10 mobil, dan tadi pagi jam tiga di Palmerah ada tiga boks barang bukti diamankan," kata Puadi 

Berdasar hasil klarifikasi terhadap pelapor, terlapor dan saksi, Puadi mengatakan, pembagian sembako di Kebon Jeruk dan Duri Kepa dilakukan oleh simpatisan paslon nomor urut 2. Hal itu diperkuat dengan penemuan alat peraga kampanye bergambar pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.

Puadi mengimbau, dalam masa tenang ini seharunya tidak ada aktivitas apapun yang dilkakukan tim pasangan calon, relawan, maupun simpatisan yang berhubungan dengan masyarakat. Justru masa tenang seharusnya dimanfaatkan melakukan konsolidasi internal saja.

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri mengatakan,”Pada masa tenang tidak menutup kemungkinan akan ada kegiatan pasangan yang mengarah kepada kampanye. Itu berpotensi melanggar aturan kampanye. Diharapkan masing-masing tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI menghormati masa tenang dengan cara menghentikan seluruh kegiatan kampanye.” Ujarnya.

"Untuk kepada pasangan calon, hentikanlah kegiatan-kegiatan aktivitas karena ini merupakan masa tenang, karena apabila itu dilakukan maka itu merupakan kampanye di luar jadwal dan bisa berdampak kepada tindak pidana," ujar Jufri di Kantor Bawaslu DKI, Jakarta Utara.

Menurut Jufri, selain kampanye, aksi membagi-bagikan sembako dengan maksud dan tujuan mengajak untuk memilih calon tertentu juga tak dibolehkan di masa tenang.

Kapolsek Kalideres Komisaris Efendi mengatakan, sembako yang ditemukan di Kalideres saat ini diamankan dan berada di Polsek Kalideres."Diduga masyarakat akan terganggu masa tenangnya. Karena ada kerumunan masyarakat, lama kelamaan tidak bisa dikendalikan, maka saya amankan," pungkas Efendi.

 (Diana)     

Berita Terkait

00036999

Total pengunjung : 36999
Hits hari ini : 108
Total Hits : 170257
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)