22 Maret 2018 | dilihat: 206 Kali
Puan dan Pramono Terseret
Nyanyian Setnov Bikin Ganjar Pranowo Meriang
noeh21

WARTAONE.NET ||    Kasus e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto melebar ke mana-mana. Kali ini, uang yang di duga  "haram" itu mencapai Rp 2,3 triliun ini menelusup ke ring satunya PDI Perjuangan: Pramono Anung dan Puan Maharani.

Kedua nama itu digali oleh Jaksa  Komisi Pemberantasan Korupsi usai Setya Novanto menyebut kedua petinggi PDI-P tersebut menerima kucuran dana USD 500 ribu dalam proyek berbiaya Rp 5,9 triliun.

Sayangnya, ketika jaksa mempertegas soal peran keduanya 
memperlancar proyek e-KTP tadi siang, Kamis 22/3,  Setnov
mengaku tidak mengetahui peran keduanya dalam proyek e-KTP.

"Saya mohon maaf tidak tahu," ucap Novanto menjawab pertanyaan jaksa.

Hanya saja, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini, memastikan saat itu putri sulung Megawati Soekarnoputri  menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, sedangkan Pramono Anung Wakil Ketua DPR RI.

"Jabatan Puan ya Ketua Fraksi PDIP dan Pramono Wakil Ketua DPR," ucap Setnov

Selain Puan dan Pramono, Setnov juga telah menyebut adanya aliran dana yang mengucur ke pimpinan Badan Anggaran DPR dan pimpinan Komisi II DPR RI ketika proyek tersebut bergulir. Menurutnya, uang tersebut ada yang diberikan oleh Andi Narogong dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi.

Tidak hanya di situ saja. Setnov juga menyebut nama Ganjar Pramono yang lagi bertarung di Pilkada Jawa Tengah. Tak percaya?  Dengar saja penuturannya pada Jaksa.

"Pertama, adalah untuk komisi dua Pak Chairuman sejumlah USD 500 ribu dan untuk Ganjar Pranowo sudah dipotong oleh Chairuman, dan untuk kepentingan pimpinan banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng USD 500 ribu, Tamsil Linrung USD 500 ribu, Olly Dondokambey USD 500 ribu di antaranya melalui Irvanto," jelas Setnov.

Pengakuan Setnov tentang Ganjar ini, bukanlah pertama kali. Jauh sebelumnya Nazaruddin, mantan Bendahara Demokrat, juga ikut kecipratan "bancaan jamaah" tersebut.

Namun, "nyanyian" Nazaruddin dibantah mati-matian oleh Ganjar, termaksud bantahan Andi Narogong yang tidak memberikan "bingkisan" kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Namun, setelah Setnov menyebut Ganjar, khalayak pun teringat sesumbar pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo yang menyebut beberapa peserta Pilkada terseret arus korupsi.

Bahkan beberapa media online menyebut salah satunya Ganjar, sehingga tim suksesnya berang melaporkan 4 media tersebut ke polisi.

Berita Terkait

00026499

Total pengunjung : 26499
Hits hari ini : 55
Total Hits : 126986
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)