06 Februari 2017 | dilihat: 595 Kali
Mendagri Melarang Aksi Bela Ulama pada Masa Tenang Kampanye
noeh21
Mendagri Tjahjo Kumolo (ist)

Wartaone, Jakarta – Terkait dengan rencana Aksi Bela Ulama yang akan digelar menjelang Pilkada (15 Februari) mendatang, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo meminta agar ormas Islam membatalkan rencana aksi tersebut karena sudah masuk masa tenang.

Ditegaskannya, tidak boleh ada aksi atau unjuk rasa selama masa tenang Pilkada serentak pada 2017 mendatang. Sekalipun aksi unjuk rasa tersebut tidak ada kaitannya dengan Pilkada, pasti berpotensi mengganggu masa tenang, berpotensi kerawanan dan tensi yang cukup tinggi.

Berkait dengan itu, Tjahjo Kumolo berharap, apabila ingin mengadakan aksi unjuk rasa hendaknya setelah pilkada. Namun begitu, harus tetap izin ke Kepolisian. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapolda Metro Irjen Pol M. Irawan, agar pada tanggal 11 mendatang tidak ada aksi unjuk rasa apapun.

“Sekalipun aksi unjuk rasa tersebut tidak ada hubungan dengan ketiga pasangan calon Pilgub DKI, tapi pasti akan mengganggu minggu tenang,” ucap Tjahjo Kumolo di Kantor Kemenkopolhukam, Senin (06/02/2017).

Selain itu, Tjahjo juga menjelaskan, suksesnya Pilkada berkaitan erat dengan beberapa hal, diantaranya, partisipasi politik maksimal, PNS, TNI dan Polri yang netral serta tidak ada politik uang.

Oleh sebab itu, Tjahjo mengaku akan memberitahu Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, juga meminta agar masyarakat mengurungkan niatnya ikut serta dalam Aksi Bela Ulama itu.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa di hari tenang tersebut.

Sebelumnya beredar informasi, Aksi Bela Ulama yang rencananya akan digelar pada tanggal 11, 12 dan 15 Februari mendatang oleh 39 ormas Islam ini dipicu oleh pernyataan terdakwa kasus penista agama, Basuki T Purnama alias Ahok dan pengacaranya kepada KH Ma’ruf Amin, sehingga memantik kemarahan banyak pihak.  Sedangkan tema unjuk rasa itu adalah 'Umat Musliim Wajib Memilih Pemimpin Muslim dan Umat Muslim Haram Memilih Pemimpin Nonmuslim. (jp/dd)

Berita Terkait

00031404

Total pengunjung : 31404
Hits hari ini : 292
Total Hits : 156848
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)