06 November 2016 | dilihat: 330 Kali
Jokowi Menuding Politisi Jadi Penunggang
noeh21
(ist)

WartaOne, Jakarta –  Aksi damai 4 November di depan Istana Merdeka yang pada awalnya berlangsung tertib berujung dengan kerusuhan. Aksi yang diikuti oleh ribuan umat Islam dari berbagai daerah ini menuntut penuntasan dan transparansi proses hukum oleh pemerintah dan aparat kepolisian terhadap Ahok atas penistaan agama.

Sehubungan meletusnya kerusuhan tersebut, Presiden Jokowi yang pada saat ditemui oleh perwakilan pengunjuk rasa tidak berada di tempat menuding bahwa kerusuhan terjadi karena adanya aktor politik yang menunggangi jalannya aksi damai tersebut. Informasi yang berasal dari Intelijen itu tengah diselidiki oleh Polri,

“Kita menyesalkan kejadian yang harusnya sudah bubar tapi menjadi rusuh. Dan ini sudah ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” kata Jokowi dalam jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat malam, 04/11-2016..

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan lebih rinci bagaimanya proses penyelidikan yang akan digelar. Termasuk soal kemungkinan Polri memeriksa sejumlah politikus yang terlibat di dalam aksi unjuk rasa itu. Selain itu, dalam demonstrasi tersebut massa terbagi dua, ada massa yang ingin terlibat aksi damai, tetapi juga ada yang berniat untuk rusuh.

“Itu menjadi bagian yang kami cermati dan selidiki dari kegiatan-kegiatan deteksi dini dan intelejen yang dilaksanakan. Tentu aparat dapat mencermati aktivitas itu,” ujar Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Namun menurut Boy, hingga saat ini belum ada hal-hal yang mengarah ke situ. Sebab hal itu masih sumir untuk dikatakan. Oleh karenanya Boy minta publik bersabar menunggu proses penyelidikan tersebut.

Para pengunjuk rasa yang mengalami luka pada kerusuhan itu berjumlah 250 orang. Selain itu, 79 personel Polri, 15 masyarakat umum, 5 personel TNI, dan satu personel pemadam kebakaran.

Selain itu, sebanyak 10 orang demonstran ditangkap dan diperiksa, namun sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait dengan tuntutan para pengunjuk rasa, Kepolisian berjanji  akan mengumumkan hasil penyidikan kasus ini dalam dua pecan mendatang, termasuk menyelesaikan pemeriksaan para saksi dan Ahok yang dijadwalkan pada Senin mendatang, sekaligus melakukan gelar perkara.

Sampai saat ini Polisi sudah memeriksa lebih dari 22 saksi, yang terdiri dari saksi ahli agama, bahasa dan juga saksi dari pihak pelapor serta masyarakat Kepulauan Seribu yang hadir ketika Ahok berpidato. (bbc/ep)

 

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 380
Total Hits : 156936
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)