12 Desember 2016 | dilihat: 1330 Kali
Gubernur Malut Bertanggungjawab atas Pengibaran Bendera RRC
noeh21
Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba (ist)

WartaOne, Ternate - Tanggapan Gubernur Maluku Utara Atas Kasus Pengibaran Bendera RRC - Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba menegaskan, ia bersedia diperiksa penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Malut terkait pengibaran bendera Republik Rakyat Cina (RRC) di Pulau Obi Kabupaten Halmehara Selatan, 25 November 2016 lalu.

Orang nomor satu di Provinsi Malut ini mengaku, tidak mengetahui siapa oknum yang mengibarkan bendera asing tersebut. Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri acara wisuda di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Sabtu (10/12/2016) kemarin.

“Pengibaran bendera Merah Putih dan RRC di Obi itu terus terang, saya tidak tau sama sekali. Karena, ketika saya turun dari pelabuhan bendera itu sudah dikibarkan. Saya juga tidak tau siapa yang menaikan benderanya,” tuturnya.

Dalam situasi saat itu, kata Gubernur, dia tidak bisa memprotes menurunkan bendera RRC yang terlanjur berkibar, karena tengah bersama  Pemerintah Cina dalam peresmian smelter PT Wanatiara Persada saat itu.

“Waktu itu, Bupati Halsel (Bahrain Kasuba) juga sudah memprotes kenaikan bendera RRC itu. Untuk itu, saya sangat bertanggung jawab penuh kalaupun itu memang disalahkan. Bahkan saya juga siap untuk dimintai keterangan dari pihak kepolisian karena tidak terlepas dari tanggungjawab,” tuturnya.

Terkait itu, sesuai jadwal penyidik Ditkrimum Polda Malut, pemeriksaan saksi Bupati Halsel Bahrain Kasuba akan berlangsung pada Selasa (13/12/2016) besok.(LO.com)

Berita Terkait

00054436

Total pengunjung : 54436
Hits hari ini : 152
Total Hits : 215770
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)