10 April 2017 | dilihat: 398 Kali
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Jakarta Timur Bentuk Satgas Penanganan Jenazah.
noeh21

WartaOne – Jakarta, Menyikapi munculnya aksi menolak memandikan jenazah lantaran pilihan politiknya pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Jakarta Timur Bentuk Satgas Penanganan Jenazah.

Mahmud Muzofar Ketua GP Ansor Jakarta Timur mengatakan,” Pembentukan satgas tersebut sebagai bentuk keprihatinan pihaknya terkait situasi politik di Jakarta yang sudah terlanjur keruh.”

Bagi Mahmud Muzofar, GP Ansor yang memiliki dua visi yakni keagamaan dan kebangsaan.

"Dalam hal kebangsaan, artinya bagaimana kita mengawal NKRI agar tidak terpecah belah apalagi hanya soal pilgub," kata Mahmud di Jalan Jambore Raya, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (7/4/2017).

Menurutnya, sikap kelompok tertentu yang menolak memandikan jenazah sesama muslim hanya akan memperkeruh keadaan bahkan bisa merusak persatuan bangsa.

"Tuduhan kafir dan munafik yang membabi buta kepada sesama muslim berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan antar-umat beragama dan seagama," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau supaya menghentikan segala bentuk politisasi agama dan penyebaran isu SARA.

Ia pun berharap semua pihak menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran meski berbeda pilihan.

“Pilkada DKI Jakarta merupakan pesta demokrasi rakyat jakarta yang semestinya warga jakarta bebas menentukan pilihanya tanpa ada paksaan, tekanan, dan intimidasi baik berkitan dengan SARA atau lainnya,”Pungkas H.Mahmud.

(Bw)

Berita Terkait

00031352

Total pengunjung : 31352
Hits hari ini : 73
Total Hits : 156629
Pengunjung Online : 5

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)