07 Maret 2017 | dilihat: 723 Kali
 LSI: Mayoritas Warga Jakarta Inginkan Gubernur Baru
noeh21
(ist)

WartaOne, Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, merilis hasil survei terbaru elektabilitas kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta 2017-2022 yang masuk ke putaran kedua. Dari survei tersebut, elektabilitas tertinggi masih diduduki oleh pasangan calon nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Kalau pemilu dilakukan hari ini maka Anies-Sandi bakal meraup perolehan suara 49,7 %. Sedangkan Ahok-Djarot hanya mendapat 40,5%. Dan sebesar 9,8% menyatakan tidak menjawab atau belum menentukan pilihan," kata peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby di Kantor LSI Graha Rajawali, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017).

Adjie mengatakan, dari hasil survei tersebut, menunjukkan bahwa mayoritas warga Ibu Kota menginginkan seorang gubernur baru. Pasalnya, kebanyakan warga tak rela memiliki pemimpin yang tersangkut masalah hukum. 

"Ketika kita tanyakan ke warga mereka tidak mau memiliki gubernur yang menyandang status tersangka," ujarnya.

Adjie menambahkan, pemilih muslim cenderung menjadi kantung suara dari paslon yang diusung Partai Gerindra dan PKS tersebut. Karena masyarakat beragama Islam sudah sakit hati lantaran perkataan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyitir Surat Al Maidah ayat 51. 

"Anies-Sandi memperoleh 55,04% sementara Ahok -Djarot 36,02%. Umat Islam semakin banyak yang sakit hati dari perkataan Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama," pungkasnya. 

Sekedar diketahui, survei LSI Deny JA ini dilakukan pada 27 Februari-3 Maret 2017 dengan wawancara tatap muka terhadap 440 responden di enam wilayah di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 4,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Selain itu,  Adjie Alfaraby juga mengatakan ada lima indikator pemilih Agus-Sylvi tidak memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Adjie menuturkan, pertama, mayoritas pemilih Agus-Sylvi sebesar 93,20% menilai Ahok melakukan penodaan agama. Hanya 1,70% dari pemilih Agus-Sylvi yang mengatakan sebaliknya.

"Kedua, kebanyakan pendukung Agus-Sylvi pada putaran pertama inginkan Jakarta punya gubernur baru," ujarnya di kantor LSI Graha Rajawali Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017).

Ia melanjutkan, pemilih Agus-Sylvi adalah mereka yang tak rela Jakarta dipimpin oleh gubernur yang berstatus tersangka.

"Karakteristik lain dari pemilih Agus-Sylvi mayoritas mereka yang terganggu dengan status tersangka Ahok sebesar 86,40%" katanya.‎

Keempat, demografi pemilih Agus-Sylvi mirip dengan demografi pemilih Anies-Sandi yaitu dari kelas menengah bawah secara ekonomi.

‎Terakhir, ada empat karakter Ahok yang sulit diterima oleh pemilih Agus-Sylvi. "Antara lain, menistakan agama, berucap kasar, penggusuran, dan kurang menghormati hak rakyat berekspresi," tutupnya.‎ (okez)

Berita Terkait

00030899

Total pengunjung : 30899
Hits hari ini : 49
Total Hits : 155695
Pengunjung Online : 3

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)