03 Desember 2018 | dilihat: 53 Kali
Program Magang ke Taiwan yang Diprakarsai Gubernur Babel Dianggap Langgar Aturan Hukum & Maladministrasi
noeh21
Sejumlah mahasiswa asal Babel yang ikut program magang di Taiwan merasa keberatan dengan sikap Deddy Yulianto, salah satu pimpinan DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Fraksi Partai Gerindra yang menganggap program magang yang diprakarsai oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, sebagai bentuk eksploitasi.
Salah satu pimpinan DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Fraksi Partai Gerindra, Deddy Yulianto, mempermasalahkan program kuliah dan kerja magang bagi sejumlah mahasiswa Babel ke negara Taiwan. Padahal program yang di prakarsai oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman melalui program  Industry Academia Collaboration oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung itu, sudah berhasil mengirimkan sebanyak 295 orang mahasiswa sejak tahun 2017 dan 2018. 

Wartaone.net -  Deddy Yulianto mempermasalahan program pendidikan ini, dikarenakan menurutnya antara Indonesia dengan Taiwan tidak ada hubungan diplomatik. Dia bahkan menganggap program pendidikan ini melanggar aturan hukum atau maladministrasi.

Tak sampai di situ saja, Deddy juga mengatakan, program kuliah dan magang dinilai mengeksploitasi tenaga kerja dengan cara dibungkus dengan modus siswa magang. Terlebih sejak Erzaldi Rosman pernah berkirim surat ke CEO Hongfu Internasional, dan melalui dinas pendidikan membuat surat nomor 421/2293/DISDIK/2018 yang isinya mohon dukungan ke kepala kantor dagang dan ekonomi Indonesia di Taiwan untuk meminta bantuan bimbingan selama kuliah di Taiwan, Deddy yang mengeluarkan statemen bernada protes, langsung mendapat sorotan publik.

Terkait statemen Deddy, sejumlah perwakilan mahasiswa asal Bangka Belitung angkat bicara. Mereka menyatakan sikapnya melalui rekaman video yang telah banyak ditonton oleh ribuan masyarakat Babel. 

Dalam rekaman video singkat tampak beberapa perwakilan mahasiswa mengatakan, jika mereka pergi jauh ke luar daerah semata-mata hanya untuk kepentingan menimbah ilmu dan menambah wawasan mereka.

"Berlabuh ke negeri Formosa (Taiwan) sebagian menganggap bagian prestasi dan sebagian menganggap bentuk ekploitasi. Parahnya sang petinggi negeri seharusnya memberikan motivasi dan bukan melabeli bentuk ekploitasi," kata mahasiswa tersebut  didalam rekaman video itu 

Bahkan sindiran keras pun sempat diungkapkan perwakilan mahasiswa lainnya terkait pernyataan anggota dewan itu.

"Satu lagi! setiap aksi pasti ada reaksi!, apa yang kamu buat apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu bicarakan semua orang bisa menilai. Namun sayang sekali mimpi anak Laskar Pelangi harus terkotori oleh fitnah ekploitasi. Tapi tak apa justru pernyataan dengan itu pernyataan ini kami buat," tegas mahasiswa itu.

Sementara itu ditempat terpisah, perwakilan orang tua mahasiswa yang berhasil diwawancara Pewarta HPI Babel mengatakan, bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Dedy Yulianto hanyalah persoalan pribadi dirinya dengan Gubernur Kepulauan Babel.

"Kalau ada kesalahan atau maladministrasi dalam program tersebut seharusnya sebagai wakil rakyat harus bijak menyikapi dan memberikan solusinya agar kami sebagai orang tua tenang bukan justru mencari kesalahannya" ujar R orang tua dari perwakilan mahasiswa yang tidak mau ditulis namanya, Senin (3/11/2018).

Ditanya kondisi anaknya, R menjelaskan jika keberadaan anaknya saat ini sehat, tenang dan sangat menikmati program kuliah serta magang tersebut.

"Alhamdulillah anak saya saat ini bersyukur adanya  program yang dirintis oleh pak Gubernur Babel,  dan ia bisa mengirim sedikit uang kepada ibu dan adiknya, hal ini yang membuat saya terharu harus berani beber fakta yang sebenarnya bahwa tidak benar mahasiswa yang disana terkesan semuanya bermasalah ", Pungkasnya. (Red)
Berita Terkait

00031353

Total pengunjung : 31353
Hits hari ini : 136
Total Hits : 156692
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)