07 Februari 2017 | dilihat: 449 Kali
Jambore Cibubur Upaya Pembungkaman Suara Mahasiswa
noeh21
(Ist)

WartaOne, Jakarta – Jambore nasional mahasiswa di Bumi  Perkemahan Cibubur yang seharusnya menjadi medan pencerahan bagi para intelektual muda (mahasiswa), justeru tengah mencerminkan negara sedang pamer kekuasaan dengan cara menggiring kekuatan tawar mahasiswa pada satu titik pembungkaman.

Jambore  yang berlangsung pada tanggal 4-6 Februari 2017 dan digagas oleh Adian Napitupulu, politisi PDIP, disinyalir  menjadi arena konsolidasi yang mengarah pada sebuah gerakan dan menjadikan mahasiswa sebagai tameng.

Pembina BPM Universitas Mpu Tantular, Muhammad tasrif tuasamu (Refi) yang ikut hadir pada Jambore tersebut mengatakan, acara yang dihadiri oleh sekitar 500 kampus dari 25 Provinsi tersebut dinilai telah merusak nilai-nilai independensi dan idealisme mahasiswa yang nota bene sebagai “agent of control” dan “agent of change”

“Mereka menghalalkan segala cara untuk menjalankan misinya dan membungkam para pengkritik baik yang bermain di media sosial atau lainnya,” ucap Refi.

Refi mengisahkan, pada saat beberapa mahasiswa peserta Jambore menyampaikan kritikan terhadap  kinerja pemerintah, mereka diusir oleh kelompok preman dari arena Jambore.   

“Ini merupakan salah satu cara penguasa saat ini untuk melakukan pembungkaman demokrasi di negeri ini. Acara tersebut seolah-olah melegitimasi bentuk dukungan  Mahasiswa kepada pemerintah saat ini,” terangnya.

Menurut  Refi, berbagai kejanggalan yang terdapat  dalam kegiatan Jambore tersebut sebenarnya mendapat kecaman dari banyak mahasiswa diseluruh perguruan tinggi  di Indonesia.

Berangkat dari peristiwa tersebut diatas, Tasrif Tuasamu yang juga Ketua Umum Forum Mahasiswa Indonesia (Formasi) menyampaikan tuntutannya sebagai berikut:

1. Stop! Pembungkaman ruang demokrasi terhadap Mahasiswa indonesia karena hal tersebut telah diatur oleh undang undang.

2. Mendukung sikap mahasiswa indonesia mengecam acara Jambore yang di adakan di cibubur pada (4/2) yang lalu karna dinilai telah membawa dampak negatif kepada seluruh mahasiswa Indonesia.

3. Stop! Melakukan teror, intimidasi dan tindakan kriminalisasi  terhadap para Ulama, SBY, mahasiswa dan rakyat Indonesia.

4. Mendesak seluruh mahasiswa untuk membongkar aktor intelektual yang menggerakan massa aksi di depan kediaman Mantan presiden RI yang Ke 6.

5. Mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas  aksi yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa di kediaman SBY, karena gerakan tersebut dinilai sangat negatif dan berpotensi merusak tatanan demokrasi Indonesia.(mrm)

Berita Terkait

00036993

Total pengunjung : 36993
Hits hari ini : 77
Total Hits : 170226
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)