24 Maret 2017 | dilihat: 670 Kali
MAJLIS TADZKIR AL HABSYI
Habib : Mengapa Penghuni Neraka Kebanyakan Wanita? Karena….
noeh21
Habib Rivai Al Hasani (sorban coklat)

Nurul Huda Waffana, Bihubbihi Ahyanaa, wa Billiqoo Hayyana, Shollu ‘Alaa Maulana

Jakarta, wartaone.net- Sebait syair yang dibacakan oleh Habib Rif’at Bin Khalil Bin Fariz Al Maghribi pada Acara Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yg diselenggarakan oleh Majlis TAdzkir Al Habsyi pimpinan Al Habib Agil Bin Alwi Al Habsyi bersama Para Alim Ulama dan Adzatiz di Kampung Sungai, Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara dan sekitarnya, Kamis (23/3/17).

Hadir pula pada acara tersebut beberapa undangan dari unsur Pemerintahan dan pihak keamanan dari Polsek Rorotan. Pada Peringatan Maulid nabi Muhammad SAW tersebut hadir sebagai pemberi tausiyah Al Habib Agil Bin Alwi AlHabsyi, Al Habib Rifat Bin Khalil Bin Faris Al Maghrabi, Al Habib Ghasim Syami bin Jafar Assegaf, Al Habib Abdul Hakim Azdmat Khan , Ustad Syafei serta Para Alim Ulama dan Adzatidz lainnya.

Para hadirin yang terdiri dari berbagai generasi begitu khusyu mengikuti rangkaian kegiatan yg telah disusun oleh panitia. Sejak awal pembukaan Pembacaan Maulid Nabi yang dipimpin oleh Al Habib Agil Bin Alwi Al Habsyi, sampai pembacaan doa yg dipimpin oleh Habib Husein Bin Mustofa Al Bahar ( Wan Enting ).

Dalam tausyiahnya Al Habib Rifat Bin Khalil Bin Faris Al Maghrabi yang lebih dikenal dengan Nama Habib Rivai mengangkat Tema Tentang Wanita. Beliau mengupas tentang mengapa paling banyak penghuni neraka adalah wanita. Dengan gaya khasnya pada saat ceramah beliau selalu ingin tidak berjarak dengan Audiens atau para pendengar. Beliau turun dari panggung utama dan berbaur dengan jamaah, tentu saja hal tersebut disambut tepuk tangan oleh para jamaah yang hadir. Santai tapi serius beliau menyampaikkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para kaum hawa sehingga mereka bisa terhindar dari Api neraka :

Pertama : Shalat Lima waktu jangan pernah ditinggalkan, karena shalat merupakan tiang agama, maka barang siapa yg meninggalkannya maka ia merobohkan tiang agama.

Kedua : Puasa Dibulan Ramadhan. Semaksimal mungkin menjalankan ibadah puasa dengan penuh keihklasan hanya mengharapkan Ridha Allah SWT. Karena untuk ibadah yang satu ini wanita tidak pernah sempurna dalam menjalankannya, disebabkan mereka sering mendapatkan Haid.  

Ketiga : Taat Kepada Suami. Dalam pembahasan ini beliau menyampaikkan bahwa, wajib bagi seorang wanita yg telah mempunyai suami untuk taat kepadanya, karena kesuksesan seorang suami tergantung doa dan sifat dari istrinya. Bentuk ketaatan itu pula selama tidak bermaksiat kepada Allah SWT.

Beliau memberikan contoh bentuk pembangkangan istri terhadap suaminya yakni ketika sang istri membelakangi suami pada saat tidur, jika hal itu dilakukan sang istri maka Allah SWT mengutuknya sampai dia bangun dari tidurnya. Begitu dahsyatnya teguran Allah SWT kepada istri yang tidak taat terhadap suaminya. Kisah nyata yang terjadi didaerah Beliau bahwa ada sepasang suami istri yang mana suami dari wanita tersebut hanyalah seorang tukang ojek yang mana penghasilannya tidak seberapa, akan tetapi dalam kondisi seperti ini sang istri tidak menghargai jerih payah sang suami, malahan sering berkata kasar kepada sang suami sampai sampai sang istri menjadikan suaminya sebagai pembantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang semestinya menjadi kewajiban seorang suami. Tetapi Allah SWT berkehendak lain, Rumah pasangan suami istri tersebut riba tiba Ambruk rata dengan tanah, penyesalan memang selalu datang diakhir, ketika sudah terjadi kita tidak dapat berbuat apa apa hanya tangisan dan ratapan menyertai kita.

Dalam penyampaian Tausiyahnya ada seorang ibu yang bertanya “Bagaimana Kalau Suami kita seorang yang sering melakukan perbuatan Tercela Misalnya Sering Berjudi, Sering Mabuk Mabukan? “. Tanya seorang ibu dibarisan tempat duduk paling belakang.

Kemudian Habib menjawab “Yang pertama, seharusnya kita introspeksi diri ataupun Muhasabah, apakah perbuatan itu memang sering dilakukan suami sebelum berumah tangga atau setelah berumah tangga. Kadang kita lupa bahwa kebiasaan buruk suami itu memang sudah sering dilakukan pada saat kita masih pacaran, tetapi karena yang namanya cinta kita masa bodoh aja, bahkan kita sering mendapatkan atau menerima hasil dari perbuatan tersebut misalkan dari hasil judi. Sehingga setelah berumah tangga perilaku tersebut masih tetap dia lakukan, apa yg seharusnya kita lakukan.

Habib Melanjutkan “ Yang kedua, bahwa kita hanya dapat memohon Kepada Allah Azza Wajalla untuk memberikan hidayah kepada suami kita, sehingga Dia menjadi sadar dan kembali kejalan yang benar. Dan yang tidak kalah penting walaupun sudah menikah kadang si-istri lupa untuk memberikan penampilan yang baik bagi suaminya, pelayanan yang maksimal sehingga sang suami menjadi senang melihatnya dan betah dirumah.

Saat ini, lanjut Habib Rivai, “sang istri Hanya Mau berpenampilan Rapi Ketika ada Hajatan, ada Resepsi Undangan dan lain-lain. Tetapi ketika menyambut suaminya pulang dari kerja, menyambut dengan ala kadarnya, tanpa make-up, tidak mempercantik diri, atau bersolek sebisa mungkin yang dapat membuat hati sang suami senang dan betah dirumah. Ketika suami tidak betah dirumah yg harus dilihat apa sebabnya, apalagi klw sampai suami selingkuh itu lebih parah lagi, berarti sang suami melihat wanita yg ada diluar lebih cantik ataupun lebih menarik dari istrinya.

Maka dari itu para istri harus berusaha semaksimal mungkin mempercantik diri, baik itu kecantikan dalam tubuh dan penampilan luar (disambut Gelak tawa para jamaah). Dan yg tidak kalah penting juga kata Habib Rivai “ Istri Harus Mampu menjaga Rahasia Suaminya ataupun Rumah Tangganya, sebisa mungkin untuk menahan tidak curhat kepada Tetangga ataupun Keluarga Kecuali memang orang orang yang benar benar kita percaya seperti orang tua kandung kita, karena tidak menutup kemungkinan saat kita curhat kepada tetangga atau teman kita, suatu saat nanti mereka akan menceritakan masalah kita kepada temannya lagi, seterusnya dan seterusnya sehingga problem keluarga kita menjadi konsumsi Publik. Seperti Peribahasa “ menitipkan Uang Bisa Kurang, Titip Kata Kata Bisa Lebih “.

Hal keempat yg harus diperhatikan oleh para Istri Adalah : Menjaga Kehormatannya. Seluruh Badan Wanita adalah aurat kecuali mata dan kedua telapak tangan, maka seyogyanya para istri menjaga tubuhnya agar tidak menjadi konsumsi publik. Lagi-lagi Habib memberikan contoh dalam keseharian kita. Contohnya “ketika pagi hari kita mau belanja, kebetulan ada tukang sayur didepan rumah, saking buru burunya kita hanya mengambil handuk ataupun kain yang ada dibelakang pintu untuk menutupi badannya, kadang hanya diselempangkan didada dan sebagainnya tanpa memperhatikan tuntunan menutupi aurat. Kebetulan penjual sayur adalah seorang laki-laki, maka tanpa ia sadari telah membuka auratnya kepada selain orang yang berhak menikmati keindahan tubuhnya yakni sang suami yang setiap hari bekerja keras banting tulang untuk menafkahi keluarganya. Saya Sering Perhatikan ibu-ibu, apalagi sering ikut pengajian saya, kalau mereka lagi ngumpul, saya lewat mereka tiba-tiba menarik kain untuk menutup kepala Sambil memalingkan wajahnya dan berkata “eh Habib “ disambut gelak tawa oleh para jamaah Khususnya Jamaah Wanita krn Habib Rivai sambil memperagakan Kejadian Tersebut. Perbuatan tersebut adalah sebagian dari upaya syaithan untuk menyesatkan manusia seperti yg Allah SWT dalam Surat Yasin ayat 63.

“sesungguhnya Syaithan itu telah menyesatkan sebagian besar diantaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkannya”.

Selanjutnya Habib Mengucapkan Sebuah Hadits Qudsi “Penglihatan adalah bagaikan anak panah beracun yang dilepaskan dari busur panah iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut kepadaku, maka aku akan memberikan ketenangan yang kemanisannya itu dapat ia rasakan didalam hatinya.”( Hadits riwayat Ahmad dan AthThabrani ).

Sebelum menutup tausyiahnya Habib kembali mengingatkan untuk para Istri agar senantiasa menjaga keharmonisannya dengan sang suami. Dalam sebuah riwayat dikatakan “Apabila seorang Istri Mencuci Pakaian Suaminya pada waktu malam, setelah itu menggantungkan di tempat jemuran padahal hari masih gelap, keesokan harinya pada saat sang fajar menyingsing dan sinarnya menyentuh pakaian sang suami maka, saat itu pula Allah SWT memerintahkan kepada seluruh hambanya untuk beristigfar buat sang Istri “ begitu Besarnya balasan pahala yang diterima oleh seorang istri berkat baktinya kepada sang suami”.

Jaga anggota keluarga kalian dari ancaman siksa Api Neraka, Jangan Sampai Kalian Menajadi Orang Orang yang lalai Melupakan Kewajiban terhadap Allah SWT” Pesan Habib. Sembari Menutup Tausyiahnya, Habib melemparkan Sorban yang ia kenakan kepada Jamaah wanita yang dan kemudian menjadi rebutan para jamaah.

Perlu diketahui, Habib Rifat Bin Khalil Bin Faris Al Magrabi ( Habib Rivai Al Hasani ) adalah Dai yg berasal dari Saudi Arabia dan telah lama bermukim di Indonesia. Beberapa daerah diindonesia telah beliau singgahi untuk berdakwah. Beliau juga Dai yang kharismatik serta mudah bergaul dengan berbagai kalangan. (H. Marman)

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 348
Total Hits : 156904
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)