26 Desember 2016 | dilihat: 1357 Kali
Dana BOS Mengalir Deras ke KIK
noeh21

WartaOne, Kebumen –  Di Kota yang berslogan Beriman, Kebumen memiliki dua destinasi wisata edukasi yang berbasis pembelajaran bahasa Inggris yakni Kampung Wisata  Inggris Kebumen (KWIK) dan Kampung Inggris Kebumen (KIK).

Belum lama ini,  KWIK yang berlokasi di Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, mendapat kunjungan dan apresiasi dari SMP Islam Al-Azhar 12 Rawamangun Jakarta Timur setelah 36 orang siswanya belajar di KWIK selama tiga hari (20 s/d 22 Desember 2016). Sehingga menurut pengamatan beberapa pihak, KWIK tampak lebih dipercaya sebagai tujuan wisata edukasi.

Dalam kunjungannya, para siswa mendapat pelajaran berbasis wisata edukasi sekaligus  mempraktekan pelajaran bahasa Inggris secara langsung, dibarengi dengan berkeliling  di kampung wisata, persawahan, perkebunan dan menjumpai berbagai jenis hewan reptil seperti ular, iguana, buaya dan lain-lain.

Dengan metode belajar mengajar seperti ini, siswa dapat belajar bersosialisai sekaligus mempraktekkan bahasa Inggris.

Kepada WartaOne, pengasuh KWIK, Novanda Alim Setya Nugraha mengatakan, bahwa program belajar di KWIK merupakan metode pembelajaran yang diidam-idamkan oleh pihak SMP Al-Azhar 12 Jakarta.

"Mereka sangat terbuka dan menginginkan program seperti ini" tutur Novanda. 

Selama tiga hari di Kebumen, para peserta English Camp berkesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata di kebumen seperti Bulupitu Adventure Park, Hutan Mangrove , Jembangan Wisata Alam serta pantai Logending. 

KWIK bekerjasama dengan beberapa pengelola objek wisata tersebut guna memperlancar kegiatan  English Camp SMP Al-Azhar 12.

Berbeda dengan Kampung Inggris Kebumen (KIK) yang diresmika oleh Bupati Kebuen, Yahya Fuad, pada tanggal 9 Agustus 2016 lalu.

Hingga saat ini KIK belum menunjukan perkembangan yang signifikan dan juga belum mampu mendatangkan pemasukan dari wisatawan luar daerah. Oleh karenya, patut mendapat perhatian mengingat KIK dibiayai oleh Pemda Kebumen.

Masyarakat meniai, keberadaan KIK terkesan mendadak dan semata-mata hanya mengikuti jejak KWIK.

Sebelumnya, KIK yang berlokasi di Jatijajar sempat ramai menjadi perbincangan terkait dengan surat edaran dari Pimpinan Daerah yang mengarahkan siswa SLTP, Mts, SLTA, Madrasah Aliyah dan sebagainya untuk melakukan kegiatannya di KIK dengan menggunakan dana BOS.

 

Setiap sekolah mengirimkan dua puluh orang siswanya. Anggaran per-satu orang siswa untuk 15 hari di KIK nilainya Rp1.050.000 (satu juta lima puluh ribu rupiah), setiap sekolah mendapatkan Rp. 21.000.000 (dua puluh satu juta rupiah).

Setiap angkatan diikuti oleh 200 peserta. Hingga saat ini sudah ada 4 angkatan yang melaksaksan kursus di KIK. Dengan demikian, dana BOS yang sudah dialokasikan ke KIK total nilainya sudah mencapai Rp.840.000.000 (delapan ratus empat puluh ribu rupiah). (HQ)

 

 

Berita Terkait

00030902

Total pengunjung : 30902
Hits hari ini : 77
Total Hits : 155723
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)