01 April 2017 | dilihat: 728 Kali
Apa itu BAJINGAN?
noeh21
Sebuah pemandangan Festival Wisata Gerobak sapi dan bajingan di kompleks Candi Prambanan Sleman.

Bajingan adalah seseorang yang menjadi pemegang kendali sapi pada kendaraan Cikar atau Gerobak sapi.

Sejarah

Jaman dahulu kendaraan rakyat untuk mengangkut hasil bumi umumnya mengunakan Gerobak atau pedati yang ditarik kerbau atau sapi. Khususnya di Pulau Jawa, seseorang yang menjadi pengendali gerobak sapi dinamakan bajingan.

Ada dua versi tentang sebutan bajingan pada pengendali gerobak sapi. Versi pertama adalah orang yang memang mengendalikan jalannya sapi. Sedangkan versi berikutnya adalah para pengawal yang disewa oleh Saudagar pemilik gerobak sapi demi keamanan muatannya dari bahaya perampokan. Tetapi versi pertamalah yang umumnya dipergunakan.

Jasa para bajingan juga dahulu dipergunakan oleh para kepala daerah seperti Lurah, Bekel, Kuwu atau Bupati untuk mengangkut pajak hasil bumi.

Bajingan dalam konotasi negatif

Dalam perkembangannya seorang bajingan berubah menjadi konotasi negatif dikarenakan lambatnya perjalanan seekor sapi (4 KM per jam) mengakibatkan Sang Juragan menjadi tidak sabar menunggu, dan terkadang si pengawal gerobak sapi yang tidak jujur juga mencuri sebagian muatannya. Sehingga Juragan pemilik gerobak mengeluarkan kata umpatan "Dasar bajingan"

Berbeda dengan sebutan Kusir atau Masinis, kata bajingan Dalam kamus Bahasa Indonesia, profesi bajingan dikonotasikan sebagai pelaku aksi kriminal, walau sebenarnya bajingan adalah profesi seseorang pada umumnya.

Didaerah Kebumen sampai Banyumas, gerobag sapi di gunakan untuk mengangkut batu bata atau batang-batang bambu dari desa kekota. Biasanya gerobag berangkat tengah malam atau dini hari supaya sampai dikota tidak terlalu siang. karena pada jaman itu begitu sulitnya mendapatkan transportasi umum, maka ada orang-orang yang memanfaatkan gerobag tersebut untuk "nunut" pergi ke kota. Menunggu kedatangan kendaraan yang super lambat tersebut adalah hal yang menjemukan, sehingga kadang keluar umpatan "dasar bajingan, di enteni ora teko2" (dasar bajingan, ditunggu tidak datang-datang).

Bajingan dimasa kini

Dikarenakan perubahan jaman maka pekerjaan bajingan di masa kini cenderung adalah untuk atraksi Festival dan tour wisata hanya di daerah pedesaan tertentu yang masih mengunakan jasa bajingan sebagai pengangkut hasil bumi.

Hampir setiap tahun selalu ada Parade dan Festival bajingan dan gerobak sapinya di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah serta Banyuasin Sumatera Selatan.

Sumber : Wikipedia

Berita Terkait

00031356

Total pengunjung : 31356
Hits hari ini : 162
Total Hits : 156718
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)