05 Januari 2017 | dilihat: 1506 Kali
Ratusan Tenaga Kerja Asing di Maluku Utara Dideportasi
noeh21
Ilustrasi (ist)

WartaOne, Ternate – Beberapa waktu lalu anggota DPRD Maluku Utara meminta agar keberadaan Tenaga Kerja Asing asal Cina di Maluku Utara khususnya yang bekerja di beberapa perusahaan tambang didata kembali.

Wakil Ketua DPRD Maluku Utara, Zulkifli, di Ternate, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa data terakhir menyebutkan ada sekitar 1.000 tenaga kerja asing yang bekerja di pertambangan, dengan perincian penyebarannya sebagai berikut, di Kabupaten Halmahera Utara (54), Kabupaten Halmahera Selatan (801), Kabupaten Halmahera Tengah (218), Kabupaten Kepulauan Sula (27) serta Kabupatan Taliabu (72).

Berkait dengan itu, Kantor Imigrasi Kelas I Ternate selama tahun 2016 mencatat, ratusan warga asing yang tergolong dalam Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina dan Philipina di Provinsi Maluku Utara (Malut) telah dideportasi ke negara asalnya.

Menurutnya, tenaga asing yang dideportasi sejak tahun 2016 itu terbilang meningkat 40 persen dibanding tahun 2015 lalu.

“Sebanyak ada 105 tenaga asing yang dideprortasi. Tenaga asing asal Cina sebanyak 25 orang sedangkan Pilihina 80 orang,” ucap Kepala Kantor Imigrasi kelas I Ternate, Safrial. (Rabu, 04/01/2017)

Safiral menjelaskan, mereka yang dideportasi tersebut berasal dari Philipina. Mereka adalah nelayan yang ditangkap oleh Lanal Ternate dan pihak Perikanan serta Polair Polda Maluku Utara. Sementara sisanya dari Cina di deportasi karena visa mereka sudah hangus.

“Di tahun 2016 ini, tenaga asing yang dideprotasi itu sebanyak 105 orang sedangkan tahun 2015 hanya 60 orang lebih. Jadi ada peningkatan di tahun 2016,” lanjutnya.

Dikatakan, tenaga asing yang bekerja di perusahaan wilayah Provinsi Malut adalah legal secara formal. Karena, sesuai visa selama dua bulan yang dimiliki para tenaga asing itu sebagai uji coba bidang keahlian. Jika lolos, kata Safrial, baru dilanjutkan dengan pengurusan izin dokumen berikutnya.

“Tenaga kerja di Maluku Utara sebagian sudah balik karena, mereka yang datang kurang lebih 1.500 orang itu untuk membangun smelter di beberapa perusahaan. Jadi sampai saat ini tenaga asing di Maluku Utara tinggal 300 orang lebih,”ujarnya

“Mereka datang hanya bangun smelter. Sekarang sebagian smelter mulai rampung dan tenaga kerja asing sebagian sudah mulai balik ke Negara asalnya,” tutup Safrial. (fat/ant)

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 354
Total Hits : 156910
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)