09 Desember 2016 | dilihat: 1108 Kali
Presiden Korsel Dimakzulkan Lantaran Korupsi
noeh21
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye (ist)

WartaOne, Soul - Parlemen Korea Selatan hari ini telah mengambil suara untuk memakzulkan Presiden Park Geun-hye karena skandal korupsi sehingga kekuasaannya sementara dicabut.

Mahkamah Konstitusi akan memberikan keputusan apakah akan menguatkan mosi parlemen itu sehingga memastikan Presiden Park jatuh atau malah menolaknya sehingga mendudukkan kembali Presiden Park dalam kekuasaannya.

Perdana Menteri Korea Selatan akan menjadi penjabat presiden sampai mahkamah konstitusi mengeluarkan putusan, demikian Reuters.

Presiden Korea Selatan menyatakan dirinya berharap krisis politik di negaranya segera selesai setelah parlemen sepakat melakukan pemakzulan.

Dilansir Reuters, Jumat (9/12), Park juga mengatakan dirinya akan segera bersiap menghadapi sidang Mahkamah Konstitusi yang bakal meninjau mosi pemakzulan tersebut.

Meski masih harus menunggu keputusan MK, Park kini telah kehilangan kekuasaannya. Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn akan mengisi posisi presiden hingga kepastian nasib Park ditentukan oleh sidang.

Di depan para menterinya, Park menyatakan permintaan maaf. 

Dia juga meminta kabinetnya untuk bekerja sama dengan Hwang dan menghindari kekosongan pemerintahan, terutama dalam bidang keamanan dan keuangan.

Pemakzulan Presiden Park berawal dari dugaan korupsi penyalahgunaan dana yayasan dan pembocoran beberapa dokumen negara. Kasus ini sebelumnya telah lebih dulu menjerat sahabat Park, Choi Soon-sil.

Park dituduh berkolusi dengan Choi untuk menekan sejumlah konglomerat Korsel agar menyumbangkan dana miliaran dolar ke dua yayasan yang dibentuk untuk mendukung kebijakan Park. 

Tuduhan tersebut ditampik oleh Park dan pengacaranya. Walau demikian, dia telah meminta maaf atas kejadian yang menimpa sahabatnya.

Sementara itu, di jalanan, warga bersorak, berpelukan dan berfoto merayakan pemakzulan ini. Kerumunan massa berkumpul di depan gedung parlemen, menyambut kabar ini.

"Saya senang sekali!" kata Chae Jum, seorang petani berusia 54 tahun. "Saya sudah tahu hal ini akan terjadi, tapi, meski tidak, kami akan menurunkan Park dengan kekuatan rakyat."
(ant/cnn)

Berita Terkait

00057525

Total pengunjung : 57525
Hits hari ini : 134
Total Hits : 226646
Pengunjung Online : 3

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120