21 Februari 2017 | dilihat: 627 Kali
Aksi Damai 212 Tuntut Ahok Mundur
noeh21

WartaOne, Jakarta – Waktu menunjukkan sekitar pukul 7.30 WIB (pagi). Selasa (21/02) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Senayan, Jakarta, berdatangan sejumlah gelombang massa berbaris tertib dari berbagai arah. Rinai hujan yang terus mengguyur tanpa jeda, tiada menyurutkan tekad pengunjukrasa untuk menyampaikan pendapat kepada Anggota Dewan yang terhormat.

Ratusan aparat TNI dan Polri serta Pamdal (Pengamanan Dalam) berjaga-jaga disetiap pintu masuk depan maupun belakang Gedung DPR RI. Tiga kendaraan Barracuda dan satu kendaraan Watercannon tampak berjejer di halaman Gedung Kura-kura. Sementara di halaman depan, terdapat 2 Barracuda dan dua Watercannon dilengkapi kawat berduri yang membentang sepanjang pintu gerbang utama, serta puluhan Polwan cantik mengenakkan jas hujan berbaris rapi.

Sebelumnya, pada Senin malam (21/02), lebih dari 2000 personel TNI-Polri menggelar apel siaga di halaman Gedung DPR RI untuk mengamankan aksi 212. Apel pengamanan ini dilakukan, sebagai persiapan dan sterilisasi Gedung DPR, yang akan menjadi titik aksi massa.

Unjuk rasa damai yang diinisiasi oleh Forum Umat Islam (FUI) bertujuan menyampaikan beberapa tuntutan yang diantaranya adalah, meminta DPR/MPR menyurati Presiden Jokowi agar menonaktifkan Gubernur DKI Jakarta, Ahok yang telah ditetapkan sebagai terdakwa atas penistaan agama. Menuntut aparat penegak hukum untuk tidak mengkriminalisasi para ulama dan mahasiswa serta segera menahan Ahok.

Selain massa dari FUI, terdapat juga berbagai organisasi mahasiswa seperti mahasiswa Universitas Jakarta, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Prof. Hamka. Dalam orasinya mereka meminta Kementerian Dalam Negeri menonaktifkan kembali Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah berstatus sebagai terdakwa.

Habib Rizieq Shihab yang datang dengan menggunakan mobil berwarna hitam langsung naik ke mobil aksi untuk menyampaikan orasinya. Dalam orasinya, Rizieq menghimbau untuk tidak melakukan tindak kekerasan attau merusak. Kedatangan massa ke Gedung DPR RI ini menurutnya adalah ingin menyampaikan aspirasi kepada anggota DPR RI.

“Kita datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi! Siap menjaga ketertiban? Siap menjaga keamanan dan kedamaian?” ucap Habib Rizieq Shihab dalam orasinya yang dijawab dengan “Siap” oleh massa aksi.

Sekjen FUI, Al Khaththaath, menjadi perwakilan menemui Komisi III bersama dengan perwakilan lainnya, meyampaikan tuntutan untuk menonaktifkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta berlandaskan pada UU Pemda yang menyebutkan bahwa Kepala Daerah berstatus terdakwa dengan ancaman minimal lima tahun penjara harus diberhentikan.

Anggota DPR RI Komisi III Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang ditemui oleh perwakilan pengunjuk rasa berjanji akan menyampaikan aspirasinya terkait penonaktifan Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Selain itu, Bambang juga berjanji untuk menyampaikan tuntutan lainnya  seperti hentikan kriminalisasi terhadap ulama penegakan hukum secara konsisten dan membebaskan mahasiswa untuk berunjukrasa.

“Komisi III DPR RI juga akan menyampaikan beberapa poin tuntutan kepada Kapolri pada saat Rapat Kerja pada Rabu (22/02) besok,” kata Bambang.

Bambang Soesatyo bersama anggota Komisi III lainnya, Trimedya Panjaitan, Masinton Pasaribu, Dwi Ria Latifah, Riska Mariska, Mulfachri dan Asrul Sani, juga Anggota DPD seperti AM Fatwa dan Fahira Idris, akhirnya menemui para pengunjuk rasa di depan Gedung DPR RI

Suasana aksi unjuk rasa sempat tegang ketika Anggota DPR RI Komisi III dan DPD tersebut menemui pengunjuk rasa. Ketegangan terjadi saat Bambang Soesatyo berorasi menyinggung nama politikus PDIP Trimedya Panjaitan sebagai Anggota Dewan yang paling istimewa.

“Saya didampingi dua Ketua Komisi III, dan yang paling istimewa saudara Trimedya dari PDI Perjuangan,” ucap Bamsoet saat orasi.

Usai menyebut nama Trimedya, suasana menjadi riuh dan massa berteriak menolak kehadiran politikus PDIP. Bahkan terdengar teriakan bakar dan meminta Trimedya untuk turun. Untuk mencegah suasana tidak menjadi lebih kacau, Habib Rizieq Shihab mengambil alih mikrofon dan mengajak massa untuk takbir bersama.

Habib mengatakan, kepada massa kalau kedatangan semua wakil rakyat termasuk PDIP dalam rangka untuk memberhentikan Ahok. Ia meminta agar umat mendengar amanat dari Komisi III.

“Siap mendengarkan amanat mereka? Takbir!” teriak Habib Rizieq.

Aksi yang diikuti lebih kurang 7000an massa tersebut membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 14.00 siang.(trt/tim/ep)    

Berita Terkait

00031354

Total pengunjung : 31354
Hits hari ini : 149
Total Hits : 156705
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)