17 Desember 2017 | dilihat: 554 Kali
Alasan Mengapa Macan Tutul Salju Suka Menggigit Ekornya Sendiri
noeh21
Macan Tutul Salju

WARTAONE | Macan tutul salju atau Uncia adalah sejenis kucing berukuran besar, dengan panjang tubuh mencapai 130 cm, dan panjang ekor sekitar 100 cm. Spesies ini mempunyai bulu tebal berwarna putih keabu-abuan dengan bintik-bintik berwarna hitam kecoklatan. Tidak seperti kucing-kucing besar lainnya, macan tutul salju tidak dapat mengaum atau mendengkur, dan merupakan satu-satunya spesies di dalam marga tunggal Uncia sejak awal 1930-an.

Taukah anda mengapa kucing besar ini suka menggigit (tidak menyakiti) ekornya sendiri seperti dalam beberapa foto yang di unggah para netter di dunia maya. Dalam tayangan foto tersebut seolah si macan merasa ribet karena saking panjangnya ekor terasa begitu berat kemudian si macan mengigitnya agar ekornya tidak terseret di tanah dan mengotori bulu indahnya yang lembut. Hmmm kaya ibu-ibu yang njinjing roknya saat banjir ya sob… hehehe…. :D

Sebenarnya banyak yang berasumsi bahwa ketika Macan tutul salju menggigit ekornya adalah untuk menghangatkan hidungnya yang terasa dingin ketika di gurun salju. Namun hal itu di bantah oleh penulis sekaligus pecinta kucing asal Inggris Michael Broad di akun websitenya (pictures-of-cats.org ). Ia menuliskan bahwa Macan Tutul salju melakukan itu adalah factor genetic kucing yang lucu dan memang suka bermain.

“Semua foto macan tutul salju yang menggigit ekor mereka telah diambil di penangkaran yang saya lihat. Salah satu foto menunjukkan macan tutul salju dewasa yang menggigit ekornya dengan jelas dalam permainan. Foto lain menunjukkan macan tutul salju yang menggigit ekor induknya. Ini juga akan di mainkan.” Kata Michael seperti dikutip WartaOne di akun miliknya. Minggu (17/12/2017).

Menurut Michael, Uncia melakukan itu karena bagi mereka ekor lucunya itu mengganggu perhatian dan mereka memang senang melakukannya. Bahkan bisa dikatakan mungkin ada kemunduran pada masa kecil. “Jika demikian sekali lagi ini adalah hobi yang menenangkan.”

“Tidak ada dalam buku terbaik yang saya miliki tentang kucing liar tentang macan tutul salju yang menggigit (menyakiti) ekor mereka. Di internet, ada artikel tentang macan tutul salju "nomming" ekor mereka. Kata "nomming" menggambarkan suara yang dibuat saat mengunyah sesuatu. Faktanya adalah saya tidak percaya bahwa tingkat salju mengunyah ekor mereka. Mereka hanya menempatkan ekor mereka di mulut mereka dan menggigitnya mungkin sebagai bagian dari permainan, seperti yang dinyatakan.” Tegasnya dalam postingan yang diunggah pada 17 Maret 2017 itu.

Seperti halnya manusia, kadang mereka menciptakan hiburan sendiri untuk menghibur dirinya sendiri dan orang lain misalkan saja orang menciptakan gitar kemudian dijadikan sebagai alat bermain dan hiburan. Begitu juga kucing. Satu contoh misalnya kucing sengaja menyenggol benda yang tidak bergerak dengan tangannya yang imut itu lalu dimainkan kemudian melompat gembira untuk menghibur dirinya sendiri.

“Bayangkan tingkat stress ketika seseorang dikurung, tekanan dan lain sebagainya, Macan tutul salju dapat menemukan aktivitas mengurangi stres dengan cara yang sama seperti kucing dengan membelai ekor sendiri karena terasa menyenangkan dan merasa menyenangkan bagi mereka lalu membuat tekanan berkurang.” Imbuhnya.

Seperti diketahui, daerah sebaran spesies ini adalah di pegunungan salju Asia Tengah, dari Afganistan sampai Tibet bagian timur. Mangsa utamanya terdiri dari kambing gunung, kelinci dan binatang-binatang lain yang terdapat di sekitar habitat macan tutul salju.

Macan tutul salju adalah hewan penyendiri, jantan dan betina berburu mangsa berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Macan Tutul Salju betina biasanya mempunyai dua sampai tiga anak, yang tinggal bersama induknya sampai macan tutul muda berumur setidaknya satu tahun.

Walaupun dilindungi di hampir semua negara tempat spesies ini berada, Macan Tutul Salju masih diburu secara liar karena memangsa hewan ternak dan terutama untuk diambil bulunya. Macan Tutul Salju dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan di dalam CITES Appendix.(bw_mdh)

Berita Terkait

00073772

Total pengunjung : 73772
Hits hari ini : 112
Total Hits : 272024
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120