26 Oktober 2016 | dilihat: 349 Kali
Dana Korporasi untuk Para Ulama
noeh21
Indrajaya Piliang (ist)

Wartaone, Jakarta – Hiruk pikuk menjelang Pilkada DKI Jakarta yang menurut jadwal akan berlangsung pada Februari 2017, tak urung menimbulkan beragam opini dan polemik

Akan halnya politisi Partai Golkar Indra J Piliang. Dia mencium adanya uang dari korporasi untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta.

Menurut yang biasa disapa IJP ini, dana korporasi sudah “merangsek” kemana-mana dan diantaranya ke kantong para ulama.

“Dana korporasi juga sudah masuk ke rekening-rekening ulama yang ditutup mulutnya. Mari kita dengar PPATK yang mantau anggaran via rekening,” kata kata Indra Piliang di akun Twitter-nya @IndraJPiliang

Sehubungan dengan pernyataan yang sensasional tersebut, pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki meminta tidak mengikuti ulama yang mendukung Ahok terlebih lagi ada kabar menerima dana dari korporasi.

Ibnu mengatakan bahwa Ulama itu bukanlah pejabat negara, meskipun  secara aturan tidak bisa dijerat kasus suap tapi membela Ahok karena uang itu sudah tidak benar.

Ibnu Masduki juga menjelaskan, ulama itu terbagi menjadi dua yaitu Su dan Yakhsallah.

“Ulama Su’ atau biasa disebut ulama jahat adalah ulama yang meminta bayaran dalam setiap dakwahnya termasuk mendukung kezaliman,” jelasnya kepada suaranasional, Rabu (26/10/2016)

Sedangkan Ulama Yakhsallah, kata Ibnu Masduki, para pewaris nabi yang tidak meminta bayaran dalam setiap dakwahnya. ” Ulama ini biasa disebut ulama yang sholeh. Mereka menegakkan Islam, kebenaran dan melawan kezaliman,” jelas Ibnu Masduki.(ep/nusanews)

Berita Terkait

00031353

Total pengunjung : 31353
Hits hari ini : 109
Total Hits : 156665
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)