11 April 2017 | dilihat: 2285 Kali
PERSAK KEBUMEN RIWAYATMU KINI
noeh21

WartaOne – Kebumen,  PERSAK (Persatuan Sepak Bola Kebumen) adalah kesebelasan yang berasal dari sebuah kabupaten miskin di Jawa Tengah, Kebumen. Didirikan pada tahun 1967 atas tuntutan masyarakat Kebumen yang menginginkan adanya sebuah klub sepakbola di daerah Kabupaten Kebumen yang dapat berlaga di kompetisi resmi Liga Indonesia.

Persak mempunyai suporter yang cukup fanatik yaitu Bumi Mania yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Kebumen. Bumi Mania dikenal sangat loyal terhadap Persak. Viva Lajoksa adalah salah satu semboyan mereka. Persak memiliki julukan Laskar Joko Sangkrip diambil dari nama sosok Joko  Sangkrip, tokoh  masyarakat Kebumen dengan karakter cerdas, bersemangat, dan pantang menyerah.

WartaOne sempat meminta penjelasan Ketua Koni Dzulkarnaen Marjuned terkait lesunya persepak bolaan Kabupaten Kebumen dan terkait dengan Pemda Kebumen yang terkesan lepas tangan tanpa pernah membantu dalam hal financial.

 Ketua Koni Dzulkarnaen Marjuned menjelaskan ,"Mekanisme Dana APBD untuk sepak bola pernah diatur dalam Surat Edaran Mendagri no 903/187/SJ tahun 2007. Surat ni berisi penolakan alokasi dana APBD untuk klub sepakbola. Namun, kemudian keputusan ini direvisi dengan SE Mendagri no 426 tahun 2010 yang memasukkan kucuran dana APBD dalam bentuk dana hibah, Pemda tidak berani mengalokasikan dana tersebut ke Persak dikarenakan terbentur aturan itu, apalagi jika melihat ke Permendagri No. 22/2011 yang juga dengan tegas menyatakan hibah tidak dapat diberikan secara terus menerus kepada organisasi yang mendapatkan pendanaan bantuan dari pemerintah daerah, dengan demikian permendagri memastikan hanya untuk satu periode anggaran pemerintah daerah memberikan hibah kepada kegiatan olahraga non-profesional, bukan untuk kegiatan profesional yang bergulir setiap tahun, jika ini dipaksakan akan menimbulkan potensi penyimpangan seperti yang terjadi di Kabupaten-Kabupaten lain" ujarnya (Kebumen, Selasa, 11/04/2017).

Saat ini Ketua umum Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kebumen adalah Arif Ainudin. Namun dari beberapa sumber diketahui bahwa ketua Askab PSSI saat ini sudah tidak siap lagi memimpin induk olah raga tersebut, ditambah lagi dengan beberapa kali pemanggilan Arif olek KPK beberapa waktu lalu.

Persak yang pernah dilatih oleh pelatih nasional  Sartono Anwar mulai bermain di Divisi Tiga Liga Indonesia Jawa Tengah pada tahun 2008. Namun, di tahun 2011 Persak bermain di Liga Indonesia untuk yang terakhir kalinya.

Persak sendiri sempat mengalami masa vakum dari tahun 2009 sampai tahun  2013. Sebuah masa vakum yang tidak singkat.

Banyak orang menganggap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen kurang mendukung persepakbolaan Kabupaten Kebumen. Kini di tahun 2017, ketika puluhan klub lain tengah sibuk menata diri untuk mengikuti kompetisi baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3 Persak sama sekali belum memberikan sinyal kehidupan.

Desas desus terdengar informasi dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya di  homebase Persak, Stadion Chandradimuka yang memiliki kapasitas 10.000 penonton mendapatkan perhatian dari Pemkab Kebumen.  Dana sebesar 2,2 miliar rupiah telah digelontorkan untuk merenovasi stadion. Namun, perenovasian Stadion Chandradimuka sepertinya tidak diproyeksikan untuk membangun kemajuan sepakbola lokal, hanya mengejar keindahan Stadion tanpa mementingkan kemajuan persepakbolaan di Kabupaten Kebumen khususnya tim sepak bola kebanggaan warga yakni Persak Kebumen. (hq)

Berita Terkait

00031324

Total pengunjung : 31324
Hits hari ini : 34
Total Hits : 156590
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)