06 November 2018 | dilihat: 368 Kali
Tragedi Lion Air JT 610
Terkuak Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610
noeh21
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 mengalami masalah dengan alat penunjuk kecepatan. Masalah itu sudah terjadi dalam 4 penerbangan terakhir.
Sepekan pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Teluk Karawang, Jawa Barat, penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 189 penumpang, pilot, kopilot serta awak kabin tersebut, mulai terungkap. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut pesawat Lion Air PK-LQP mengalami masalah dengan alat penunjuk kecepatan (airspeed indicator)
 
Wartaone.net – Setelah dilakukan penelitian bersama Boeing dan National Transportation Safety Board (NTSB) terhadap Flight data recorder (FDR) black box yang telah ditemukan pada Kamis (1/11/2018), pihak KNKT mengatakan, bahwa berdasarkan hasil unduhan FDR tersebut, ditemukan data penerbangan-penerbangan sebelumnya. 

"Pada 4 penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat, airspeed indicator," ucap Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di kantornya, Senin (5/11/2018).
 
"Jadi yang dimaksud 4 penerbangan itu adalah yang berurutan," imbuh Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo di tempat yang sama.

Soerjanto mengatakan saat ini ada sekitar 200 pesawat yang sejenis dengan Lion Air PK-LQP di seluruh dunia yang beroperasi. Investigasi yang dilakukan KNKT pun nantinya akan menjadi pegangan atau rujukan karena pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut baru kali ini mengalami insiden seperti itu.
 
"KNKT tidak pernah menduga-duga. Kami hanya bisa berbicara berdasarkan fakta. Pada saat pertama kami melihat memang kita sudah akui bahwa penerbangan dari Denpasar ke Jakarta ada masalah teknis. Begitu kita bukablack box, yang disebut teknis itu ada masalah airspeed indicator atau kecepatan dari pesawat," ucap Soerjanto.

Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 itu jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 itu membawa 189 orang, termasuk pilot, kopilot, dan awak kabin. (Red)
Berita Terkait

00026499

Total pengunjung : 26499
Hits hari ini : 58
Total Hits : 126989
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)