29 Desember 2018 | dilihat: 978 Kali
Kesaksian Munir Radjabessy (Nero) Sang Kerabat Herman Sikumbang " Seventeen" Tsunami Banten
noeh21
Cerita Munir Radjabessy (Nero) kerabat (Alm) Herman "Seventeen" Sikumbang.

Wartaone.net - Pada malam tanggal 20/12/2018,(Alm) Herman Sikumbang sempat makan malam dan bercanda di warung makan Padang bersama kedua kerabatnya yakni Munir Radjabessy dan Abdul Malik Silia di kawasan senen jakarta pusat,tepat pada pukul 03.30 WIB mereka beranjak pergi dari warung dengan maksud untuk mengantarkan (Alm) ke tempat berkumpul crew Seventeen kemudian (Alm) Herman Sikumbang bersama crew Seventeen berangkat menuju Serang Banten,
(Alm) Herman sikumbang sempat mengatakan bahwa dia selama 3 hari berada di Serang Banten,untuk memenuhi undangan PT.PLN di tanjung lesung,pada malam kedua tgl 21/12/2018 Alm sempat menelpon kepada saya (Munir Radjabessy) menanyakan kabar dan posisi terakhir saya,saya menjawab pertanyaannya

 " kabar baik eman,saya sekarang berada di kediaman abang Maskur Husain (Alex Gamalama) di kawasan pulo gadung Jakarta Timur"

(Alm) Herman sikumbang sempat menitip salam buat Maskur Husain Alex Gamalama,(Alm) Herman Sikumbang  juga mengatakan bahwa kalau setelah kembali dari Tanjung Lesung Serang Banten beliau akan main ke kediaman kerabatnya Maskur Husain (Alex Gamalama).Keesokan hari Tgl 22/12/2018,saya bergeser ke cempaka putih sekitar pukul 21.00 WIB,saya tiba di cempaka putih 5 menit kemudian (Alm) Herman Sikumbang Menelpon saya via Whatsapp tepat pada pukul 21.05 WIB,saya sempat mengobrol dengan (Alm) Herman Sikumbang sekitar setengah jam,tiba-tiba saya mendengar suara dalam telepon ada panggilan naik panggung ke 2 (seeventeen),di situ parcakapan kami putus dan saat itu juga beliau mengatakan kepada saya bahwa setelah Seventeen manggung baru melanjutkan tlp lagi,
Saya saat itu saya langsung kembali ke kediaman Maskur Husain (Alex Gamalama) di kawasan pulo gadung jakarta timur, saya di kediaman Maskur Husain sekitar pukul 12:30 saya lihat you tobe tiba-tiba muncul broadcast salah satu korban selamat tsunami Banten,saya bergetar hati lalu menelepon (Alm) Herman sikumbang dengan maksud menanyakan keadaannya di sana,akan tetapi tlp trsebt tidak tersambung ke nomor tlp beliau,saya kirim pesan Whatsapp dengan isi pesan
" Eman saya lihat di berita ada Tsunami di Banten, eman ngoni di situ tara apa-apa" tetapi pesan trsbt hanya tanda "centang satu" ,

Saat itu saya langsung menelepon rekan saya Abdul  Malik silia,saya kemudian bersama rekan saya menuju arah serang banten lokasi tsunami,kami tiba di lokasi sekitar pukul 11:30 WIB,kami melewati jalanan yg penuh rintangan,tiba-tiba bunyi alarm BMKG bertanda akan ada tsunami susulan,masyarakat berlarian menuju ke arah daratan tinggi,saya dan rekan saya bertekad dengan niat yang tulus tanpa mengenal rintangan yg ada saat itu,kami terus memerobos dan berjalan menuju ke arah tanjung lesung,kami tiba di lokasi kejadian dalam pukul 12.30 WIB, dalam keadaan peringatan darurat dari BMKG,di situ saya dan rekan saya langsung menyisir lokasi kejadian,tak lama kemudian saya menemui salah satu crew seventeen (OKI manager RoadShow) dalam keadaan meninggal dunia,kemudian beberapa menit kemudian,saya menemukan Basis seventeen (Bani Seventeen) dan Ujang (Crew Seventeen),di atas jenazah yg berserakan itu saya terus mencari dan mendeteksi satu per satu jenazah yang ada di lokasi tersebut,tak lama kemudian saya temui kerabat saya Herman Sikumbang (Gitaris Seventeen) dalam keadaan meninggal dunia.
 
 Saya saat itu juga langsung "drop" seluruh anggota tubuh saya lemas dan tak berdaya,perasaan saat itu terharu bercampur bingung melihat sesosok jenazah kerabat saya terbakapar di terjang gelombang tsunami di tanjung lesung Banten,saya merasa tidak percaya atas kejadian itu,saya kemudian menepuk-nepuk pipi kerabat saya sambil memanggil-manggil nama kerabat saya.

" Eman....Eman...Eman..Eman...Eman tara apa-apa too.." sembari berharap kerabat saya bisa terbangun kembali,

Namun apalah daya Kuasa Allah Swt,semuanya telah terjadi,saat itu saya menenangkan diri sejenak kemudian saya menelepon Hendra Sikumbang (Kakak Alm) untuk membritahukan bahwa Saudara kita "Eman" (Herman Sikumbang ) sudah di temukan dalam keadaan meninggal dunia,Hendra saat itu yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian (tanjung lesung) bersama saudara Harianto Musa (Anto) mereka bergerak cepat menuju lokasi kejadian,tak lama kemudian mereka n tiba di lokasi kejadian kemudian kami saat itu juga berupaya mencari Ambulance untuk segera mengevakuasi jenazah menuju ke Rumah sakit umum Berkah Pandeglang, Serang Banten,perjalanan menuju Rumah sakit memakan waktu kurang lebih 1 jam di karenakan jalanan macet,setibanya di rumah sakit Jenazah-jenazah korban tsunami di lokasi lain yang di evakuasi oleh tim Basarnas dan pihak kepolisian berserakan di dalam ruang mayat RSU Berkah Pandeglang Jl.Labuan Serang Banten.

Kami tak peduli dan kami segera memprioritaskan untuk jenazah (Alm) Herman Sikumbang segera di bersihkan dan di kafankan,Waktu sudah mulai malam,proses kafan pun selesai dan tepat pukul 21.30 WIB,kami mencoba menelpon keluarga di jakarta untuk segera mengirimkan Mobil Ambulance  dari jakarta menuju banten.Jenazah Herman Sikumbang di bawakan ke jakarta malam itu juga dan di semayamkan di kompleks Rumah Jabatan Anggota DPR RI Kalibata Jakarta Selatan,Pukul 05.00 WIB jenazah kemudian bawa ke Bandara Soekarno Hatta untuk di terbangkan ke ternate,selanjutnya di bawa ke tidore kediaman orang tua (Alm) Herman Sikumbang untuk di kebumikan. (26/12/2018).
 
Berita Terkait

00067920

Total pengunjung : 67920
Hits hari ini : 160
Total Hits : 254357
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120