21 April 2017 | dilihat: 665 Kali
Putusan PN Manado Sudah Inkracht Van Gewijsde, Hendrik Meinder Nelwan Tagih PLN 54,7 M
noeh21

WartaOne – Jakarta, Bersama para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa  peduli penegakkan hukum se-jabodetabek, Hendrik Nelwan mendatangi Kantor PLN Pusat di  Jl. Trunojoyo Blok M I/135 Kebayoran Baru, Jakarta (Jumat, 21/04/2017).

Dalam orasinya Aziz Fadirubun mengatakan,” Kami mendesak PLN Pusat agar segera melaksanakan Putusan Pengadilan Negeri Manado Nomor :348/PDT.G/2001/PN.MDO jo. Putusan Banding Nomor : 196/PDT./2003/PT.MDO jo. Putusan Kasasi Nomor : 2291/K/PDT./2003 jo. Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung RI Nomor : 91/PK/PDT/2007. Salah satu bunyi Amar putusan yaitu “Menghukum PT. PLN untuk membayar ganti kerugian sebesar 54,7 Milyar,”Ujar Azis.

Rombongan aksi unjuk rasa diterima oleh Bagian Hukum PT. PLN yang bernama Lia. Kemudian pihak perwakilan keluarga/ahli waris Nurchalis Patty  menyampaikan,”PLN harus segera melaksanakan isi putusan tersebut dengan segera membayar ganti rugi yang telah di derita oleh kami selama puluhan tahun. PLN telah dengan tanpa hak menduduki areal seluas kurang lebih 1,5 hektar milik keluarga besar kami, hal ini harus segera diselesaikan.” Kata Halis di dalam kantor PT. PLN Pusat yang disaksikan oleh awak media dan perwakilan BEM Sejabotabek (21/4/2017)

Pihak Bagian Hukum PT. PLN yang diwakili oleh Lia menyangkal bahwa PLN tidak bersalah dan justru Hendrik Nelwan terlibat masalah pidana dengan pemalsuan sertifikat.  

Namun ternyata Putusan PN MANADO Nomor 43/Pid.B/2015/PN.MND Tahun 2015 telah menyatakan terdakwa : HENDRIK MEINDER NELWAN tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “MENGGUNAKAN AKTA OTENTIK PALSU”. Dalam hal ini PT. PLN terlalu mencari cari alasan untuk melaksanakan keputusan Pengadilan Negeri Manado. 

Secara terpisah Hendrik Meinder Nelwan dalam wawancaranya dengan WartaOne di kantor redaksi menceritakan bahwa kasus ini memang sudah mengalami perjalanan yang sangat panjang.

“Tanah Lahan keluarga kami  ahli waris Hendrik Nelwan telah 58 tahun lamanya dimanfaatkan secara sepihak oleh PT. PLN Wilayah VII Sulawesi Utara. Tanah orang tua kami seluas 1,5 hektar ini kami perjuangkan haknya. Melalui gugatan perdata nomor : 348/PDT.G/2001/PN. MDO tanggal 12 November 2001 kami telah memulai perjuangkan dimana PT. PLN (Persero) selaku pemohon PK/Kasasi/Pembanding/Tergugat telah dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum dan dihukum untuk memberikan ganti rugi kepada kami.”Ungkap Hendrik.

“Namun sampai dengan hari ini PT. PLN tidak mematuhi hasil Putusan Pengadilan Negeri yang sudah Inkracht atau memiliki kekuatan hukum tetap yang harus segera dilaksanakan. Kami sudah melakukan upaya upaya untuk melaporkan kasus ini kepada Mahkamah Agung, Komisi Yudisial dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Nampaknya upaya kami seperti jalan di tempat. Sehingga tadi siang kami dibela oleh para mahasiswa yang peduli akan penegakkan hukum melakukan unjuk rasa. Aksi akan kami lanjutkan hari selasa dengan kekuatan  massa yang lebih besar.  Saya berharap PT. PLN  segera tanggap dan melaksanakan putusan PN Manado secepat cepatnya.”Pungkas Hendrik Meinder Nelwan.

(Anna Yulend)

 

Berita Terkait

00036993

Total pengunjung : 36993
Hits hari ini : 81
Total Hits : 170230
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)