09 Maret 2017 | dilihat: 897 Kali
Perkara Pembunuhan dengan Tuntutan Hanya 1,6 tahun
noeh21
ilustrasi

WartaOne, Jakarta – Pada persidangan ke empat kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian Robinur Iskandar  (39) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (07/03), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut  Gilang Leo Saputra (35 th) sebagai pelaku utama dari lima pelaku dengan tuntutan 1 tahun 6 bulan.

JPU, Erwin Indraputra kepada WartaOne mengatakan, berpedoman pada visum pertama, kematian korban bukanlah karena kasus pembunuhan tapi penganiayaan. Selain itu, karena tidak ada hasil outopsi maka tidak dapat divonis mati karena penganiayaan.

“Korban itu meninggal tapi yang harus kita perhatikan adalah korban itu tidak dioutopsi,  kalau untuk perkara pembunuhan harus ada otopsi, Saya (JPU) sudah meminta dioutopsi tapi pihak keluarga korban keberatan ” kata Erwin.

Menurut Erwin, setelah dirawat 2 hari korban diperbolehkan pulang oleh dokter. Kemudian, isteri korban juga sudah menandatangani pernyataan tidak bersedia dioutopsi, kemudian daripada itu, kalau diadakan outopsi kembali berarti adakan penyidikan ulang.

 “Di dalam internal kami masalah tuntutan itu ada pedoman-pedomannya ada referensinya. Dalam menuntut itu ada hal-hal meringankan dan memberatkan. Kalau saya liat tidak ada hal yang memberatkan. Jangan dilihat korban meninggal itu adalah hal yang memberatkan, bukan, saya liat dia sudah mengakui terus terang belum pernah dihukum dan ternyata keluarga terdakwa sudah memberikan santunan, setidaknya sudah ada iktikad baik seperti itu,” terang Erwin.

Sementara itu, ayah korban meminta keadilan agar pelaku dihukum dengan setimpal. Menurutnya, tuntutan yang hanya 1,6 tahun itu terlalu ringan dan mengecewakan.

“menyebabkan kematian masak cuma dituntut 1,6 tahun, setidaknya lima tahun,” ucap ayah korban.

“Saya tegaskan sekali lagi, ini bukan perkara pembunuhan. Setelah dirawat di rumah sakit dokter sudah mengijinkan dia pulang ke rumah, itu artinya apa?

“Pokoknya dalam intinya isterinya korban dan bapak sendiri dan saya dengar sendiri dokter sudah memberikan dia pulang dan itu ada di surat berita acara pemeriksaan kalau ada kesalahan berarti itu masalah administrasi, kan bapak sendiri yang jemput dirumah sakit kan, saya itu sudah seobjektif mungkin, seharusnya harus dilakukan otopsi,” pungkas Erwin.

Sidang lanjutan akan digelar pada hari Kamis mendatang. (hls/dd/mrm/bw)

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 333
Total Hits : 156889
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)