07 Februari 2017 | dilihat: 737 Kali
Penyerangan ke Kediaman SBY Menunjukan Negeri ini Sudah Tidak Aman
noeh21
mantan Presiden SBY

WartaOne, Jakarta – Sekitar 300 orang demonstran membawa spanduk  menggeruduk kediaman mantan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jalan Mega Kuningan Timur VI Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (06/02) pukul 14.30

Kasubbag Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Purwanta mengatakan, pihaknya masih mendalami demo yang berlangsung di rumah Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Namun, sampai saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah demo tersebut ditunggangi atau tidak.

"Belum dapat pendalamannya (siapa dalangnya), tapi yang jelas itu hanya mahasiswa yang ada di Cibubur, tapi belum sempat turun sudah langsung digiring," ujar Purwanta saat dihubungi Republika.co.id, Senin (6/2).

Selain itu, menurut Purwanta, pihaknya juga mengamankan sebuah mobil Terrano yang di dalamnya terdapat nasi bungkus. Namun, kata dia, pihaknya juga masih mendalami asal-muasal nasi bungkus tersebut.

"Seperti demikian (satu mobil diamankan), kalau itu pendalaman nasi bungkus. Tapi itu belum ketahuan itu siapa yang ngasih nasi bungkus," ucap Purwanta.

Ia pun menceritakan kronologi aksi demo yang dilakukan tanpa surat pemberitahuan tersebut. Menurut Purwanta, kejadian tersebut berlangsung, yang berdekatan dengan rumah SBY.

Menurut Purwanta, massa yang mengatasnamakan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia tersebut merupakan peserta Jambore di Cibubur yang datang menggunakan 11 Bus Besar dan dua Unit Kopaja.

Saat unjuk rasa berlangsung, kata dia, massa juga membawa spanduk dan juga sempat membagikan selembaran yang berisi, menolak dan lawan isu SARA dan seluruh upaya adu domba rakyat, menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, tolak dan lawan organisasi radikal yang anti-Pancasila, serta usut tuntas semua kasus Korupsi tanpa pandang bulu.

"Kemudian, pada pukul 14.45 WIB, 100 personel dikerahkan untuk membubarkan massa aksi, sehingga enam unit bus mengarah ke Semanggi dan tujuh bus mengarah ke Jakarta Pusat.

Rumahnya Digerudug Massa, SBY Minta Keadilan

Di media sosial Twitter, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta keadilan kepada Presiden dan Kapolri. Karena rumahnya di Kuningan, Jakarta, di demonstrasi sejumlah orang.

"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. SBY," tulis SBY di akun twitternya pukul 15.05, Senin (6/2).

SBY menulis dalam Undang-undang tidak diperbolehkan unjuk rasa di rumah. Kecuali, katanya, undang-undang sudah berubah. "Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. SBY," tulisnya lagi

Sebelumnya, SBY juga mengaku mendengar adanya provokasi dan agitasi mahasiswa di Kompleks Pramuka Cibubur. "Kemarin yang saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi terhadap mahasiswa untuk "Tangkap SBY".  SBY," lanjutnya.

Karena itu, ia bertanya kepada Presiden dan Kapolri tentang haknya tinggal di negara sendiri. Dan hak asasi yang ia miliki. "Saya bertanya kepada Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yang saya miliki? SBY," katanya.

Dalam rangkaian ciutan ini SBY mengakhirinya dengan permintaan keadilan. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah Swt. SBY," katanya.(rep/KA)

PERBUATAN TERSEBUT DAPAT MEMBUAT RAKYAT DAN TNI MARAH BESAR SEBAB DIBIARKAN OLEH POLDA DKI, TANPA IZIN DARI POLDA TIDAK AKAN TERJADI HAL TERSEBUT.

Berita Terkait

00031353

Total pengunjung : 31353
Hits hari ini : 114
Total Hits : 156670
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)