02 Desember 2016 | dilihat: 1281 Kali
Penangkapan 8 Tokoh Adalah Tindakan “Lebay”
noeh21
Kivlan Zein (ist)

WartaOne, Jakarta – KadivHumas Polri, Boy Rafli Amar membenarkan terjadinya penangkapan terhadap delapan orang tokoh  pada Jumat (02/12/2016) dinihari di beberapa tempat dengan dugaan perencanaan makar.

Mereka adalah Ahmad Dhani, Mayjen. Purn. Kivlan Zein, Rachmawati Soekarnoputeri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Eko, Adityawarman, Firza Huzein, dan Jamran.

Boy Rafli Amar menyatakan delapan orang tersebut dibawa ke Markas Komando Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok.

Bersamaan dengan penangkapan delapan tokoh tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) dalam siaran persnya mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Metro Jaya karena aksi penangkapan ini adalah wujud arogansi dan kesewenang wenangan Kapolda Metro Jaya yang sangat bertolakbelakang dengan sikap Kapolri yang sangat persuasif.

Menurut IPW, Kapolda Metro Jaya tidak punya dasar hukum yang jelas dalam menangkap kedelapan tokoh itu. Apalagi jika Polda Metro Jaya menangkap mereka dengan alasan telah melakukan upaya makar, yang tolokukurnya tidak jelas secara hokum dan aksi penangkapan itu tindakan lebay dari Kapolda Metro Jaya. 

“Seharusnya Kapolda. Metro Jaya segera menangkap Ahok yang secara nyata Ahok sudah melakukan penistaan agama hingga dinyatakan sebagai tersangka,” Kata Ketua Presidium IPW, Neta S pane dalam siaran persnya.

Pane menjelaskan, Ahok sebagai sumber masalah, akibat ulah AHok sudah terjadi kegaduhan dan kekacauan yang membuat Polri kerepotan, bukan malah menangkap kedelapan tokoh tersebut.

“Tindakan Kapolda MetroJaya ini terlalu mengada ada dan bisa menimbulkan kegaduhan politik. Untuk itu IPW mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya dan segera membebaskan kedelapan tokoh. Agar situasi politik ibukota tidak semakin panas,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait dengan penangkapan atas Mayjend (purn). Kivlan Zein, dikabarkan telah memicu ketersinggungan jajaran perwira tinggi dan menengah TNI Angkatan Darat. Untuk itu, para pati dan pamen TNI AD meminta panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk meminta penjelasan resmi pihak Polri terkait penangkapan Kivlan Zein.

Jenderal Purnawirawan bintang dua ini (Kivlan Zein), meski telah purna tugas dalam dinas kemiliteran namun masih memiliki pengaruh yang cukup disegani dikalangan perwira tinggi dan menengah TNI AD. Terbukti kiprahnya setelah pensiun-pun diakui oleh jajaran TNI AD. Diantaranya membantu mediasi antara TNI dengan pemberontak Abu Sayyaf yang menyandera warga negara Indonesia.

Terkait dengan penangkapan tokoh Rachmawati Soekarno Puteri, Lintas Alumni Mahasiswa Universitas Bung Karno (LAM UBK) dalam siaran persnya juga menuntut agar 8 tokoh yang ditangkap segera dibebaskan pada malam ini juga karena tidak berdasar pada Pancasila, UUD 1945 yang asli, serta kepastian hukum dan keadilan.

Melalui ketua LAM UBK, Moh. Sofian disampaikan bahwa, segenap alumni dan rakyat  Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Segera di pulangkan tokoh-tokoh Nasional malam ini Juga...

2. Kami menolak kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh nasional yang sedang berjuang secara konstitusional untuk kembalikan ke UUD 1945 amanat pendiri bangsa ini.

3. Kami mengecam sikap oknum pejabat yang melakukan Kriminalisasi kepada tokoh Nasional yang sedang ingin memperbaiki kondisi bangsa Indonesia yang sekarang di kuasai pemodal si ASING DAN ASENG yang membuat rakyat sengsara...

4.Tetap perjuangkan kembali ke PANCASILA & UUD 1945 yang asli.

Demikian pernyataan sikap LAM UBK, semoga tidak terjadi lagi kriminalisasi serta perlakuan represif atas tokoh-tokoh nasional serta membangun sistem keadilan sosial yang berdasarkan pasal 33 UUD 1945 yang asli. (Jakarta, 2/12/2016). (ep)

 

Berita Terkait

00031356

Total pengunjung : 31356
Hits hari ini : 165
Total Hits : 156721
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)