28 November 2016 | dilihat: 920 Kali
Pelaku Korupsi Didominasi Master dan Doktor
noeh21
Ilustrasi (ist)

WartaOne, Jakarta – Terkait dengan makin meruaknya kasus korupsi oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengaku kaget dengan latar belakang para tersangka maupun terpidana kasus korupsi.

Laode mengaku tersentak karena tingkat pendidikan mayoritas para pelaku korupsi bergelar master.

"Ini fakta yang terjadi sekarang, justru mereka yang memiliki pendidikan berkualitas dan bergelar master dan doktor mendominasi pelaku korupsi di Indonesia," ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif pada Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-62 Universitas Airlangga di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/11).

Dari data KPK, jumlah pelaku korupsi yang bergelar master sebanyak 197 orang, sarjana 195, doktor 33 orang, SMA 35 orang, SMP 3 orang, dan SD 4 orang.

Menurut Laode, ini fakta yang ada sekarang. Sejak ditangani KPK, justru mereka yang memiliki gelar tinggi dan mengenyam pendidikan berkualitas menjadi pelakunya.

Lantas, apakah mereka tidak tahu sehingga melakukan korupsi. Inilah pekerjaan rumah (PR) kalangan perguruan tinggi di Indonesia untuk bisa mencegah perilaku tersebut.

Selama ini, Loade memberikan catatan kritis bahwa tidak ada perguruan tinggi yang melakukan penelitian terhadap penggunaan APBD yang sampai ke rakyat.

"Misalkan ada Rp1 triliun APBD, apakah ada mereka perguruan tinggi, khususnya bergelar doktor dan master, melakukan sampai ke tingkat sejauh mana penggunaan dana itu, sampai riil ke masyarakat, sejauh ini tidak ada," katanya.

Bahkan, Laode menegaskan, di Indonesia hanya ada satu perguruan tinggi yang mendirikan pusat studi soal korupsi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, justru lembaga itu dimusuhi pihak universitas.

"Mereka menganggap bahwa pusat studi itu sering merongrong pihak universitas, akhirnya jarang sekali yang ada mau mendirikan pusat studi soal korupsi," katanya.

Menurut dia, kondisi itu bisa terjadi karena mereka menganggap bahwa korupsi bukan bagian dari bidang studi yang perlu harus diajarkan.

"Padahal, cukup banyak kasus yang terjadi di Indonesia dengan berbagai cara dan modus. Tapi, jarang perguruan tinggi yang peduli (MI)

 

Berita Terkait

00036984

Total pengunjung : 36984
Hits hari ini : 25
Total Hits : 170174
Pengunjung Online : 4

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)