29 Desember 2016 | dilihat: 1083 Kali
Pada Akhirnya Adi Pandoyo “Terkapar”
noeh21
Sekda Kebumen Adi Pandoyo

WartaOne, Jakarta – Dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Kebumen, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lagi dua orang sebagai tersangka.

Adi Pandoyo, Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, keluar dari Gedung KPK pada pukul 14.50 dengan mengenakan rompi berwarna oranye terkait ditetapkannya sebagai tersangka atas dugaan suap “Ijon” pada proyek Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen.

Selain Adi Pandoyo, KPK juga menetapkan pihak swasta sebagai tersangka, yakni Basikun Suwandhin Atmojo alias Ki Petruk. Penyidik juga memutuskan untuk menahan Ki Petruk. 

Atas perbuatannya, Adi Pandoyo disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sedangkan, Basikun Suwandhin Atmojo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Mereka yang turut ditangkap yakni Ketua Komisi A DPRD Kebumen Fraksi PDIP Yudhy Tri Hartanto, Sigit Widodo PNS di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Kebumen, Anggota DPRD Kebumen Dian Lestari dan Suhartono, serta Salim yang merupakan Kepala Cabang PT OSMA Group Cabang Kebumen.

Dalam pemeriksaan, KPK kemudian menetapkan ‎Yudhy dan Sigit sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek-proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Kebumen, yang didanai dari APBD Perubahan 2016. Sementara empat orang lainnya masih berstatus saksi.

Yudhy dan Sigit diduga menerima‎ suap Rp 70 juta sebagai ijon dari proyek-proyek di Disdikpora Pemkab Kebumen senilai Rp 4,8 miliar. Proyek-proyek itu antara lain pengadaan buku, alat peraga, dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Diduga, uang suap itu diberikan oleh Direktur Utama PT OSMA Group Hartoyo melalui Salim. Dalam pengembangannya, Hartoyo kemudian ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Yudhy dan Sigit selaku penerima suap, oleh KPK dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal‎ 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan, Hartoyo sebagai penyuap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Tipikor.

Menurut kabar dari sumber yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, Sekda Adi Pandoyo memiliki penasehat spiritual (SSU) dari Karanganyar, Kebumen, yang dikenal ampuh dan mampu menahan gempuran KPK . Namun untuk kali ini, pandangan para elit Kebumen  tentang kehebatan penasehat spiritual tersebut hanyalah isapan jempol belaka.(HQ/lip6)

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 334
Total Hits : 156890
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)