11 Maret 2017 | dilihat: 704 Kali
Ketika Oknum BPK Terlibat Korupsi
noeh21
(ist)

WartaOne, Jakarta - Dalam surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus e-KTP, disebutkan bahwa mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Sugiharto, memberikan uang kepada auditor BPK bernama Wulung sejumlah Rp80 juta.

Setelah pemberian uang tersebut, BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap pengelolaan keuangan pada Ditjen Dukcapil tahun 2010.

Sehubungan dengan itu, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Harry Azhar Azis, mengaku belum dapat informasi terkait kasus tersebut. Namun begitu, kasus tersebut akan dibahas dalam sidang Badan Bersama dengan 9 orang pengambil keputusan.

Dijelaskannya, pada tahun 2011-2012 ia belum masuk di BPK dan tidak mengenal sosok Wulung yang disebutkan dalam surat dakwaan KPK. Namun begitu, apabila KPK membutuhkan intensitas lebih dalam memeriksa Wulung, BPK bisa memberikan status non-aktif sementara kepada Wulung.

"Kalau terbukti menerima suap, kami tidak segan-segan untuk menghukum  auditor tersebut," kata Harry kepada media di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Jumat.(10/03). (ka)


 

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 377
Total Hits : 156933
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)