28 Maret 2017 | dilihat: 1590 Kali
Kasus DID Luwu Utara, Aliansi MABEK  Gelar Unjuk Rasa Di KPK Dan Mabes Polri
noeh21
Aliansi Mahasiswa Bela KPK ( MABEK ) gelar aksi unjuk rasa di KPK dan Mabes Polri (Senin, 27/03/17).

Wartaone – Jakarta, Buntut dari kasus Korupsi Dana Insentif Daerah  (DID) Luwu Utara yang belum tuntas mendorong Aliansi Mahasiswa Bela KPK ( MABEK ) gelar aksi unjuk rasa di KPK dan Mabes Polri (Senin, 27/03/17).

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bela KPK ( MABEK ) menyatakan tuntutannya terkait Proyek yang bersumber dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang  terbagi dalam lima item kegiatan, meliputi kegiatan program barang dan sumber belajar virtual (PSBV), pengadaan barang program life science untuk tingkat SMP, pengadaan barang program modul eksperimen sains untuk tingkat SD.

Lalu pengadaan barang program modul eksperimen sains untuk tingkat SMP dan pengadaan barang program modul eksperimen sains untuk tingkat SMU.

"Dari seluruh item tersebut ditemukan adanya kesalahan spesifikasi sehingga terjadi selisih harga dan menyebabkan kerugian negara," kata Tasrif Tuasamu.

Aksi unjuk rasa direspon oleh Bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK Tata dengan menerima 3 orang perwakilan Aliansi Mahasiswa Bela KPK ( MABEK ).

“Kami akan berusaha untuk segera menindaklanjuti laporannya, namun bantu kami untuk mendapat barang bukti dan data data terkait kasus dugaan korupsi DID Luwu Utara tersebut. Apabila barang bukti sudah terima, KPK akan segera menurunkan tim ke TKP,” Ujar Tata seperti dikatakan kepada Tasrif selaku koordinator aksi.

“Saya akan segera menyerahkan bukti bukti terkait kasus DID Luwu Utara paling lambat hari kamis 6 April 2016. Dan sangat berharap agar KPK segera menindaklanjuti laporan kami. Karena Kasus ini jelas merugikan masyarakat luwu utara,” Terang tasrif kepada awak media.

Patut diketahui bahwa pada tahun 2011 terduga Indah, yakni dengan melakukan dugaan pemalsuan dokumen rincian DID 2011 yang harusnya ditandatangani Bupati Lutra periode 2010-2015 Arifin Junaidi. Namun selaku Wakil Bupati Lutra, Indah saat itu mengubah lampiran Alokasi DID,” Lanjut Tasrif Tuasamu.

Setelah gelar unjuk rasa di KPK, Aliansi Mahasiswa Bela KPK ( MABEK ) juga mendatangi Mabes Polri untuk memberikan atensi terkait kinerja Kapolda Sulawesi Selatan yang dinilai tidak professional dan tebang pilih.

Ditemui oleh bagian Pengaduan Masyarakat Mabes Polri,  para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bela KPK ( MABEK ) sangat berharap kepada KPK & Polri, Agar independen untuk  menindaklanjuti Dugaan kasus Korupsi yang melibatkan Bupati Luwu Utara.

“Kami sudah serahkan rilis atas tuntutan kami terkait Kinerja Kapolda dalam menangani Kasus Dugaan Korupsi DID, dan berharap secepatnya ada tindak lanjut yang positif terhadap laporan kami, dan kami akan mengawal kasus tersebut sampai ada titik terangnya dari KPK. Bahkan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bela KPK akan mengawal kasus tersebut. Dan mereka siap  jihad demi memberantas tindak pidana korupsi di Kabupaten Luwu Utara,” Pungkas Tasrif  Tuasamu. (BW)

Berita Terkait

00031404

Total pengunjung : 31404
Hits hari ini : 317
Total Hits : 156873
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)