09 Desember 2016 | dilihat: 1151 Kali
Hari Anti Korupsi Dunia Fasilitasi Kerjasama Internasional Pencegahan Korupsi
noeh21
Foto: Ist

WartaOne, Jakarta - Salah satu momentum penting yang perlu mendapat perhatian adalah perinngatan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember. Hari Anti Korupsi Sedunia dirayakan tiap tahun sejak PBB mengeluarkan United Nations Convention Against Corruption (UNAC) pada 31 Oktober 2003. 

Tujuan peringatan Hari Anti Korupsi sama dengan maksud dikeluarkannya konvensi ini yakni untuk mempromosikan strategi pemberantasan korupsi yang lebih efisien dan efektif, memfasilitasi kerjasama internasional dan bantuan teknis dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta meningkatkan integritas, akuntabilitas, dan manajemen urusan publik yang baik.

Salah satu pembahasan penting yang diatur dalam UNCAC 2003 ini adalah mengenai hal pengembalian aset (asset recovery). Ruang gerak koruptor untuk bersembunyi dan melarikan hasil kejahatannya ke sejumlah negara kian sempit. Dengan disahkannya Konvensi PBB ini korupsi diakui sebagai kejahatan global dan akan ditangani dengan semangat kebersamaan. Pada hakikatnya, pengembalian aset tidak hanya merupakan proses, tetapi juga merupakan penegakan hukum melalui serangkaian mekanisme hukum tertentu.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan bahwa praktik tindak pidana korupsi telah membuat Indonesia mengalami kerugian yang cukup besar.

Ia pun mencontohkan kasus-kasus yang ada di Indonesia seperti pembakaran hutan yang sering dilakukan didaerah untuk dijadikan pabrik atau gedung.

"Korupsi di negara kita cukup besar. Jadi ini adalah kerusakan yang luar biasa karena akibat korupsi ini, kita melihat hutan kita harus dibabat, dibakar setiap tahun yang mengakibatkan kerusakan alam," ujarnya di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/11/2016) lalu.

Selain itu, ia juga memaparkan kondisi negara yang sering melakukan kegiatan ekspor-impor. Agus menilai terdapat kesalahan dengan mengubah eksportir menjadi importir. Dirinya pun mencontohkan Brasil yang berhasil menangani kasus tersebut.

"Kita bukan memiliki jumlah batu bara terbesar di dunia dan puluhan PLTU kita menggunakannya untuk dapat hidup," paparnya.

Agus memaparkan hal tersebut dalam acara sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi guna mewujudkan pertahanan yang bebas dari KKN di lingkungan kementrian pertahanan.

Dalam acara tersebut, ia berharap Kemnenhan dapat membantu lembaga anti korupsi ini untuk mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan masing-masing.

"Namun, kita juga ingin memberikan pernyataan, ini bukan semuanya negatif dan tidak memberikan harapan. Maka kita minta bapak ibu untuk mencegah korupsi," terangnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo, Irjen Kemhan Marsdya TNI Hadi Tjahjanto, Letjen TNI I Wayan Midhio, dan pejabat Eselon I, II, dan III.(lip6/ep)

Berita Terkait

00047767

Total pengunjung : 47767
Hits hari ini : 241
Total Hits : 195394
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)