13 Februari 2017 | dilihat: 708 Kali
Habib Rizieq Hadapi Polda Jabar dengan Tesis tentang Pancasila
noeh21
Habib Rizieq Shihab (ist)

WartaOne, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan beberapa kuasa hukumnya tiba di Gedung Direskrimum Polda Jawa Barat, guna memenuhi panggilan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang Penodaan Terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal. Seperti yang dilaporkan oleh Sukmawati Sukarnoputri dengan ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara.

"Alhamdulillah hari ini saya dalam keadaan sehat walafiat. Saya datang memenuhi panggilan dari penyidik Polda Jabar.‎ Untuk melanjutkan pemeriksaan dan mudah-mudahan pemeriksaan ini berjalan lancar‎," ucap Rizieq, Senin (13/2/2017).

Setelah dua kali mangkir dari pemanggilan penyidik, Rizieq Shihab menuturkan, dalam memenuhi pemeriksaan kali ini, dia membawa tesis untuk ‎diserahkan kepada pihak penyidik.

"Sekaligus hari ini saya bawa tesis, yang akan saya serahkan kepada penyidik. Ini tesis tentang 'Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syari'at Islam di Indonesia'. Insya Allah tesis ini akan saya serahkan kepada penyidik untuk nanti bisa dilihat dan dipelajari apa yang saya bicarakan tentang Pancasila," jelas dia.

Ketua tim kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan kliennya telah menjawab 29 pertanyaan dari penyidik. Semua pertanyaan itu dijawab Rizieq dengan lancar.

"Sangat kooperatif dan enak. Tidak ada penekanan dan berjalan dengan baik," kata Sugito di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (13/2/2017).

Pertanyaan penyidik menyoal Pancasila. Kliennya, kata dia, pun menjelaskan sejarah Pancasila, proses Pancasila, dan masalah Pancasila usulan, baik dari Presiden Sukarno, Soepomo, dan M Yamin.

"Waktu itu penyidik menanyakan punya keahlian ke klien kami sehingga ceramah mengenai Pancasila. Rupanya Habib (Rizieq) ceramah masalah tentang tesis dan menguasai karena sudah diperdebatkan secara ilmiah di forum pendidikan sehingga tidak ada masalah," ujar Sugito.

Terkait dengan kebenaran rekaman video, kata Sugito, kliennya tak mau menilai. Sebab, Rizieq sering ceramah mengenai Pancasila yang bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam.

Adapun rekaman video yang menjadi barang bukti kasusya itu hanya berdurasi 2 menit 13 detik. Itu mengapa Rizieq tidak memberikan penilaian jika rekaman itu tidak utuh.

"Jadi kalau ceramah cuman 2 menit 13 detik itu bisa menimbulkan persepsi berbeda. Jadi kalau memang ada ceramah dia ingin lihat selengkapnya sehingga tidak ada persepsi yang salah," ujar Sugito. (lip6/mer/dd)

Berita Terkait

00031353

Total pengunjung : 31353
Hits hari ini : 131
Total Hits : 156687
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)