25 Januari 2017 | dilihat: 1019 Kali
Grasi Untuk Antasari Azhar
noeh21
Antasari Azhar (dok)

WartaOne, Jakarta - Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Antasi Azhar (AA) akhirnya menghirup udara bebas setelah pada tanggal 12 Februari 2010 divonis bersalah oleh Majelis Hakim Jakarta Selatan dengan tuduhan menjadi dalang kasus pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nazaruddin Zulkarnain.

Setelah menjalani masa tahanan selama tujuh Tahun enam bulan atau dua pertiga dari total vonis 18 tahun putusan Hakim, AA akhirnya bebas bersyarat pada tanggal 10 November 2016.

Sebelumnya, sejak 14 Agustus 2015 AA telah menjalani asimilasi setelah menjalani setengah masa pidana, ia bekerja dikantor Notaris Handoko Salim di Tangerang selama kurang lebih 10 bulan dengan gaji 3 juta perbulannya dan seluruh gaji tersebut diserahkan kepada negara karena beliau masih termasuk warga binaan.

“Saya bangga sebagai warga binaan dapat menyumbang kepada negara” kata AA saat wawancara dengan Najwa Sihab dalam acara Lelakon Anatasari Azhar di Metro TV.  

Dalam kesempatan tersebut AA mengatakan, bahwa sebelum divonis bersalah selama bertugas Ia selalu mengutamakan pekerjaan negara, menomor duakan keluarga.

Hanya saja, ketika Ia masuk penjara negara tidak terlihat, hanya keluargalah yg selalu hadir didekatnya.

Kabar gembira kembali diterima Antasari Azhar. Presiden Jokowi mengabulkan grasi yang diajukan oleh kuasa hukumnya pada tahun 2015 ke Mahkamah Agung dan akhir tahun 2016 Mahkamah Agung mengirimkan pertimbangan ke Presiden Jokowi.

Johan Budi selaku Juru Bicara Kepresidenan mengatakan Keppres tentang permohonan grasi Antasari Azhar sudah ditandatangani Presiden pada tanggal 23 Januari 2017 dan telah dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Intinya hukuman Antasari Azhar mendapat pengurangan 6 tahun dari total masa tahanan 18 tahun yg dijatuhkan majelis hakim kepadanya.

Menteri Hukum dan Ham, Yasonna H Laoly turut merekomendasikan pemberian grasi terhadap Antasari Azhar.

“Presiden berhak memberikan grasi kepada setiap warga negara yg dianggap pantas menerimanya,”ucap Yasonna. (25/01)

Mendengar kabar dirinya mendapat grasi dari Presiden, Antasari Azhar mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan kepadanya.

Untuk itu, Ia meminta kepada pengacaranya untuk menindak lanjuti kebenaran berita tersebut karena ia belum mendapatkan salinan putusan Keppres dimaksud dan sesegera mungkin mendatangi instansi terkait mengenai status bebas bersyarat tersebut,.

Semoga dengan bebasnya Antasari Azhar misteri pembunuhan Nazaruddin Zulkarnaen Dirut PT Putra Rajawali Banjaran dapat segera terkuak. (mrm)

Berita Terkait

00030906

Total pengunjung : 30906
Hits hari ini : 139
Total Hits : 155785
Pengunjung Online : 3

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)