15 November 2016 | dilihat: 422 Kali
Gelar Perkara Hari Ini Menjadi Sejarah Baru
noeh21
Foto: Ist

WartaOne, Jakarta – Hari ini, Selasa (15/11/2016) gelar perkara terkait penistaan kasus dugaan penistaan agama  oleh Gubernur DKI Jakarta, non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Rupatama Mabes Polri.

Gelar perkara dilakukan secara terbuka terbatas sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar tidak ada prasangka buruk dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama tersebut.

Gelar perkara diatur oleh sejumlah ketentuan, di antaranya UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP, UU Nomor 2 Tahun 2003 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Petunjuk Pelaksanaan No. Pol: Juklak/5/IV/1984/Ditserse tertanggal 1 April 1984 tentang Pelaksanaan Gelar Perkara.

Gelar perkara pada hari ini menjadi sejarah baru dalam penegakan hukum di Indonesia, bukan saja karena memeriksa petahana yang sedang berusaha mempertahankan posisinya lewat keikutsertaan di Pilkada 2017. Namun juga karena sifat terbuka dan pihak-pihak terlibat mengikuti gelar perkara.

Gelar perkara akan dijadikan bahan bagi penyidik untuk merumuskan kesimpulan dalam proses penyelidikan. Apakah laporan polisi dari yang tercatat ada sebelas itu, layak dinaikkan statusnya menjadi penyidikan atau tidak.

 Hasil gelar perkara yang dimulai hari ini di Mabes Polri akan menentukan status hukum Basuki Tjahaja Purnama terkait dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepadanya. Namun Ahok tidak menghadiri gelar perkara dugaan penistaan agama karena jadwal kampanye hari ini.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menyatakan terdapat pelbagai kemungkinan yang terjadi ketika gelar perkara dugaan penistaan agama oleh Ahok mencapai tahap kesimpulan. 

Salah satunya adalah tertutupnya kemungkinan melaporkan Ahok untuk kasus serupa. 

Hal tersebut bisa terjadi jika tidak ditemukan alat bukti dan unsur pidana dalam gelar perkara di Mabes Polri, hari ini. 

Gelar perkara kasus Ahok di Mabes Polri masih berlanjut hingga petang ini. Ahli dari masing-masing pihak diberi waktu menjelaskan dalam waktu satu jam.

"Ada 7 ahli dari Polri. Dari ahli pihak terlapor ada 5. Dari ahli pihak pelapor ada 6," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).

Boy menjelaskan, ahli dari pihak pelapor telah selesai menyampaikan pemaparan ke forum gelar perkara. Saat ini, giliran ahli dari pihak terlapor yang menjelaskan.

"Saat ini masih berlangsung. Pihak terlapor yang juga diwakili kuasa hukum dan saksi ahli, diberikan waktu untuk menjelaskan satu jam, hingga 17.55 WIB nanti," ujarnya.

Setelah itu, para peserta gelar perkara kasus Ahok ini akan istirahat dan dilanjutkan setelah salat magrib.(cnn/det/ep)

Berita Terkait

00031353

Total pengunjung : 31353
Hits hari ini : 138
Total Hits : 156694
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)