18 Desember 2016 | dilihat: 1373 Kali
Forum Syuhada Indonesia (FSI) Akan Sweeping WNA Ilegal
noeh21
WNA Ilegal (ist)

WartaOne, Jakarta – Keberdaan Warga Negara Asing (WNA) ilegal khususnya dari Cina yang menjadi pekerja di Indonesia telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Mensikapi hal tersebut, Forum Syuhada Indonesia (FSI) akan melakukan sweeping dan menangkapi warga negara illegal yang berkedok berbagai profesi, terutama para pekerja asal Cina.

Menurut Panglima FSI, Diko Nugraha, selain mengancam keamanan negara, mereka juga bertujuan ingin mendominasi kepemilikan lahan di Indonesia, sebab, kedaulatan rakyat Indonesia terhadap kepemilikan lahan sangat rentan penyerobotan warga negara asing.

“Salah satu penyebabnya adalah, karena konstitusi negara memberikan kemudahan bagi para WNA untuk membeli (menguasai/memiliki) tanah di Indonesia,” ucapnya di Markas Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016),

Lebih jauh, Diko mengatakan, lantaran pemerintah yang terkesan abai dalam menutup akses masuknya WNA ilegal, masyarakat Indonesia saat ini terdesak oleh fenomena eksodus warga negara asing.

 “Oleh karenanya, kami menyerukan untuk melakukan sweeping bagi warga negara asing, terutama warga negara Cina ilegal. Karena ini akan mengancam sumber daya manusia dan alam kita serta mengancam kedaulatan bangsa," tegas Diko.

Diko memaparkan, benteng konstitusi negara telah tercabik-cabik oleh kepentingan asing. Konstitusi telah berpihak kepada kepentingan profit bagi asing dan aseng yang rakus,

Bersamaan dengan itu, Diko menghimbau umat Islam untuk menolak pemberian hak kepemilikan lahan bagi warga negara asing dan para Jihadis yang menangkap imigran gelap itu berpenampilan layaknya jihadis, dengan menutup muka ala ninja.

Sementara itu, pengamat kebijakan dari Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman kepada pers, Minggu (20/11) mengatakan, Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi harus tegas terhadap orang asing yang masuk secara ilegal ke Indonesia. Mereka harus ditangkap dan diusir dari negeri ini.

Menurut Yusri, serbuan warga negara asing bukanlah berita bohong. Terbukti dengan ditangkapnya WNA asal Cina di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta dan beberapa kasus yang sama di tempat lainnya.

“Informasi tentang masuknya ribuan warga negara asing ilegal antara lain dari Cina,  sudah menyebar luas, pemerintah harus memberikan klarifikasinya. Pasalnya, hal ini sudah sangat meresahkan,” kata Yusri Usman, Minggu (20/11)

Yusri menguraikan beberapa contoh kasus, diantaranya, insiden maskapai penerbangan nasional Lion Air yang menurunkan penumpang internasional di kedatangan lokal. Ratusan petani Cina yang menguasai lahan di Bogor, Puncak, Cianjur, serta ribuan tenaga kerja Cina yang menyerbu perkebunan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta penyelundupan manusia Cina ke Indonesia via laut yang notabene masih longgar pengawasannya.

Selain banyaknya investasi dari Cina yang masuk ke Indonesia, diterapkannya  kebijakan bebas visa telah mendorong masuknya warga negara Cina secara berbondong-bondong.

“Apalagi Cina sudah membaca dan menganalisa bahwa aparat Indonesia mudah disogok. Sehingga ketika masuk ke Indonesia tanpa prosedur juga tidak menjadi masalah,” katanya.

Oleh karena itu menurut Yusri, Jokowi harus peduli dengan menerapkan aturan tegas soal batasan kualifikasi tenaga kerja asing yang menyertai setiap investasi dari luar negeri. (hanter/ep)

 

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 359
Total Hits : 156915
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)