24 April 2017 | dilihat: 921 Kali
Formatur Bidang Hukum dan Ham HIPPMAK Jabodetabek Desak Kapolri Copot Kapolres Maluku
noeh21
Muhammad Tasrif Tuasamu, Formatur bidang Hukum dan Ham Himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Kailolo ( HIPPMAK-Jabodetabek )

WartaOne#Jakarta- Muhammad Tasrif Tuasamu selaku Formatur bidang Hukum dan Ham Himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Kailolo ( HIPPMAK-Jabodetabek ) meminta agar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian harus tegas mencopot Kapolda Provinsi Maluku dan Kapolres Maluku yang diduga telah gagal mengamankan daerahnya dari kerusuhan bermotif  antar golongan (SARA) di Desa Batu Koneng, Kecamatan baguala, Provinsi Maluku, pada tanggal 11 april 2017 pukul 11:30 Wit.

Hal tersebut sangat di sayangkan ketika para actor intelektual dan beberapa pelaku sampai saat ini belum juga di tahan atau di tangkap, padahal pihak korban sudah mengajukan nama-nama yang termasuk melakukan dan merencanakan pembunuhan terhadap kedua korban. Namun, Aparat Penegak Hukum tidak bekerja sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, “bahkan saya menduga adanya kongkalikong aparat hukum dan actor intelektual terhadap kasus tersebut”. Ungkap Muhammad tasrif tuasamu, selaku Formatur Bidang Hukum dan Ham HIPPMAK Jabodetabek, kepada media WartaOne.

konflik tersebut terjadi antara kedua desa Kailolo dan Hitu sebenarnya  hanya karna persoalan tanah di daerah batu koneng sehingga menimbulkan konflik antara kedua kelompok hingga memakan korban 1 meninggal bernama Subhan Marasabessy dan satu kritis bernama sayuti marasabessy yang hingga saat ini masih dirawat di Rumah sakit tentara (RST) ambon.

“Belajar dari kasus amuk SARA di beberapa wilayah, khususnya di daerah provinsi Maluku, dan sudah saatnya Mabes Polri harus menunjuk Kapolda dan Kapolres serta memilih figur-figur yang berkemampuan mengamankan lokasinya. Sehingga mereka mampu membuat pemetaan tentang psikologis masyarakat dan memetakan daerah rawan kriminal maupun rawan konflik SARA,” ujar M Tasrif Tuasamu saat konfrensi Pers di Halaman Universitas Mpu Tantular Jakarta, Minggu(23/04/2017).

Ambon sendiri lanjut tasrif, tergolong sebagai daerah rawan konflik. Hal ini terjadi akibat kurang pedulinya jajaran aparat keamanan terhadap situasi sosial, bahkan cenderung berkolusi dengan pihak tertentu dan membiarkan berkembangnya mafioso di daerahnya.

“Kami berharap supaya bapak Kapolri mencopot anak buahnya yang gagal mengamankan daerahnya untuk segera dicopot dari jabatannya.” Ujar Tasrif Tuasamu. (TS)

 

 

Berita Terkait

00036994

Total pengunjung : 36994
Hits hari ini : 84
Total Hits : 170233
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)