03 Februari 2017 | dilihat: 1098 Kali
BIN Seharusnya Sadap Ahok Karena Trouble Maker di Segala Bidang
noeh21

WartaOne, Jakarta - Setelah BIN membantah keterlibatannya memberikan rekaman suara pembicaraan antaran Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua MUI, KH Maruf Amin, karena penyadapan BIN dilakukan sesuai UU intelejen hanya untuk kepentingan negara dan bukan orang perorang, menurut Anggota Komisi III DPR RI, Raden Muhammad Syafeii sudah saatnya kini aparat penegak hukum seperti polisi mendalami hal itu.

“BIN sudah bantah, maka saya rasa kemungkinan Ahok bisa memiliki bukti percakapan yang pastinya adalah rekaman,  antara SBY dan Maruf Amin, yaitu dengan melakukan penyadapan ilegal. Ini melanggar UU 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi pasal 40 yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan UU no 19 tahun 2016 tentang ITE pasal 56 yang ancaman hukumannya 10 tahun. Polisi harus turun tangan karena ini delik pidana umum,” ujar Syafeii di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/2).

Polisi menurutnya jangan hanya gagah dan tangkas jika menangkap para ulama,aktivis dan umat islam tapi memble dan loyo juga seperti kebakaran jenggot kalau diminta memproses Ahok dengan  mengeluarkan pernyataan-pernyataan tidak masuk akal dan fakta.”Wah kalau nangkap ulama mah mereka semua keliatan gagah dan tegas, tapi kalau Ahok melanggar mereka pun seketika jadi pucat seperti kurang darah sambil mencari alasan yang tidak masuk akal,” tambahnya.

Kemungkinan lainnya yang juga harus ditelusuri soal sumber Ahok mendapatkan rekaman ilegal itu menurut pria yang kerap disapa Romo ini malah lebih berbahaya buat kedaulatan Indonesia yaitu kemungkinan keterlibatan pihak asing dalam pilkada DKI Jakarta atau dalam urusan dalam negeri Indonesia.

“Kemungkinan ini sangat bisa terjadi. Jangankan Indonesia, AS saja pilpresnya bisa diintervensi oleh Rusia,” paparnya.

Oleh karena itu justru saat ini TNI, BIN, BAIS dan seluruh lembaga intelejen harus mendalami hal ini. Pernyataan Ahok soal memiliki bukti pembicaraan tersebut jelas bukan soal isu atau pembicaraan dari mulut ke mulut.

”Bisa saja ini konspirasi asing karena sebelumnya kan sudah banyak isu soal keterlibatan negara tertentu dalam kondisi Indonesia yang tidak karuan seperti saat ini,” ujar Politisi Partai Gerindra ini lagi.

“Kalau memang asing terlibat, maka ini artinya BIN telah kebobolan. BIN seharusnya tidak hanya membantah tapi juga langsung turun tangan karena pernyataan Ahok ini bisa mengancam kedaulatan dan tidak bisa dianggap enteng. Saya pikir yang harus disadap justru Ahok sendiri karena dia ini trouble maker di segala bidang mulai dari ekonomi,politik, hukum, sosial budaya, agama, pertahanan dan kedalautan dan lain-lain. Saya juga ingatkan kepada semua kekuatan yang mendukug Ahok untuk berfikir tentang kepentingan bangsa dan negara Indonesia yang telah diperjuangkan dengan nyawa, darah, air mata dan harta para pahlawan,” tandasnya. (lip6)                        

Berita Terkait

00030903

Total pengunjung : 30903
Hits hari ini : 120
Total Hits : 155766
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)