05 November 2016 | dilihat: 449 Kali
Bentrok Lantaran Ahok
noeh21
(Ali)

WartaOne, Jakarta - Aksi Bela Alquran 4 November ini pada awalnya berjalan tertib, damai, tenang dan kondusif, tanpa kekerasan, ujaran kebencian, diskriminasi, bahkan nyaris tidak meninggalkan sampah. Sayangnya, aksi damai tersebut pada akhirnya harus berujung ricuh.

Sekitar pukul 20.00 WIB massa aksi damai dan aparat bentrok di depan Istana Negara setelah mereka gagal berdialog dengan Presiden Jokowi.

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani, kerusuhan antara pengunjuk rasa dengan aparat sebenarnya tidak perlu terjadi.

"Menurut saya masalanya sederhana, perwakilan aksi massa yang terdiri dari berbagai kalangan ingin berdialog untuk menyampaikan aspirasinya langsung kepada pemimpinnya (Presiden),” ucapnya, Jumat (04/11/2016) malam.

Muzani melanjutkan, apa susahnya sih Presiden menemui rakyatnya dan berdialog baik-baik? Permintaan untuk bertemu dengan Presiden kan cukup rasional dan wajar.

“Jangan sampai ada kesan bahwa pemerintah justru mau melindungi Ahok mati-matian. Apa sih jasanya Ahok kepada bangsa dan Negara ini? Sehingga penguasa terkesan ingin melindungi mati-matian," tegas Muzani.

Koordinator Medis GNPF Majelis Ulama Indonesia (MUI) dr. Assegaf mengatakan, setidaknya lebih dari 40 demonstran menjadi korban kericuhan, di antaranya korban peluru karet yang mendapatkan luka di bagian kepala. Mereka mendapatkan perawatan dari RS Budi Kemuliaan karena terluka akibat peluru karet. (TS/EP)

Berita Terkait

00031404

Total pengunjung : 31404
Hits hari ini : 309
Total Hits : 156865
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)