16 April 2017 | dilihat: 783 Kali
SIDANG KASUS HAK CIPTA APKOMINDO :
APKOMINDO SEBUAH ORGANISASI SOSIAL ATAU PERUSAHAAN ?
noeh21

WartaOne – Bantul, - Sidang lanjutan terkait kasus kriminalisasi terhadap Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), yakni Ir Soegiharto Santoso alias Hoky, kembali digelar Pengadilan Negeri Bantul, Kamis (13/4/2017).

Sampai saat ini saksi yang dihadirkan  di PN Bantul baru 9 (sembilan) orang yaitu; Agus Setiawan Lie, Rudi Dermawan Muliadi,  saat ini saksi yang dihadir di PN Bantul baru 9 (sembilan) orang yaitu; Agus Setiawan Lie, Rudi Dermawan Muliadi,  G. Hidayat Tjokrodjojo, Henkyanto Tjokroadhiguno, Henky Gunawan,  Irwan Japari, Faaz Ismail, Satriyo Indarto dan Sonny Franslay, Henky Gunawan,  Irwan Japari, Faaz Ismail, Satriyo Indarto dan Sonny Franslay.

Berbeda dengan kesaksian sebelumnya, Saksi yang dihadirkan kali ini adalah saksi kunci pelapor yaitu Sonny Franslay yang mengklaim dirinyalah yang paling berhak dan sebagai pemilik seni logo Apkomindo karena sudah mendapatkan ijin hak cipta dari Dirjen Haki atas seni logo Apkomindo tersebut.

“Sejak berdirinya Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) tahun 1991 sayalah yang  menciptakan seni logo Apkomindo untuk dipinjamkan kepada organisasi. Jadi sejak awal setiap orang yang akan menggunakan Logo APKOMINDO harus seijin dari saya. Seluruh Ketua Umum yang diberi jabatan untuk menjadi Ketum Apkomindo harus meminta ijin dari saya,” Ujarnya di Persidangan PN Bantul (13/04/17).

“G. Hidayat Tjokrodjojo, Henkyanto Tjokroadhiguno, saat menjabat Ketum Apkomindo bahkan secara tertulis minta ijin kepada saya untuk menggunakan seni logo ciptaan saya tersebut. Sejak Suhanda Wijaya saya mulai merasa bahwa ada pihak pihak yang beritikad tidak baik terhadap organisasi Apkomindo sehingga tahun 2010 saya mendaftarkan seni logo Apkomindo ke Dirjen HAKI,” Lanjutnya di persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Subagyo, SH.,M.Hum.

Kesaksian yang mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan besar bagi publik adalah  lalu apakah Organisasi Apkomindo adalah sebuah perusahaan ? Apabila Apkomindo adalah  berbentuk Perusahaan yaitu  PT. Apkomindo sebagai bentuk hukumnya maka wajar jika para pendiri adalah sebagai para direktur, komisaris dan CEO yang berhak memberikan keputusan keputusan hukumnya, termasuk mendaftarkan hak cipta seni logo perusahaannya.

Atau apakah  Apkomindo ini sebuah organisasi sosial nir laba para pengusaha komputer Indonesia, yang berarti bersifat publik dan pemiliknya adalah seluruh anggota bukan pendiri atau perorangan ?

Menurut Simon, salah seorang anggota Apkomindo Solo menanggapi .”Dalam hal ini telah terjadi kerancuan berpikir dalam berorganisasi. Apkomindo dari sejarahnya jelas berdiri sebagai sebuah organisasi sekelompok pengusaha yang bergerak dalam bidang computer. Dalam AD/ART-nya yang diaktakan oleh Notaris jelas menyebutkan kekuasaan tertinggi organisasi Apkomindo adalah pada suara anggota, dan keputusan tertinggi ada dalam hasil Munas/Munaslub bukan pendiri atau sekelompok orang.

Mendengar kesaksian Sonny Franslay dalam persidangan hari kamis (13/04/17) saya merasa bahwa Sonny Franslay telah mengalami kerancuan berpikir. Dia merasa bahwa Apkomindo adalah sebuah perusahaan dan keputusan hanya ditentukan oleh segelintir orang yang dalam hal ini mereka sebut sebagai dewan pendiri.  Dari pemikiran yang rancu inilah maka muncullah konflik berkepanjangan dalam tubuh Apkomindo.” Ungkap Simon kepada media ini.


“Apkomindo sebagai sebuah organisasi sosial nir laba bukan milik pendiri, tetapi milik seluruh anggota Apkomindo, termasuk seni logonya. Sebab sifat keanggotaannya pun volunteer (sukarela). Justru bagi saya Sonny Franslay yang telah melanggar  Undang Undang No. 28 Tahun 2014 tentang  Hak Cipta  Pasal 65 yang menyebutkan “Pencatatan Ciptaan tidak dapat dilakukan terhadap seni lukis yang berupa logo atau tanda pembeda yang digunakan sebagai merek dalam perdagangan barang/jasa atau digunakan sebagai lambang organisasi, badan usaha, atau badan hukum” ,Terang Simon. 

Kesaksian Sonny Franslay dalam sidang di Pengadilan Negeri Bantul 13 April 2017 justru makin membuat terang benderang upaya upaya kriminalisasi yang dilakukannya terhadap Ketua Umum Apkomindo. Seorang Ketua Umum hasil Munaslub dan telah diakui oleh Negara dalam SK Kemenkumham telah berhasil dipenjarakan selama 43 hari di Rutan Bantul karena dituduh melanggar hak cipta yang proses pendaftarannya tidak berdasarkan hasil keputusan Rapat Anggota Organisasinya, namun nafsu pribadi sang pendiri.

Keadilan harus ditegakkan, dengan diakuinya seni logo apkomindo oleh Dirjen Haki sebagai milik pribadi Sonny Franslay akan dengan mudah dipakai untuk mengkriminalisasi Ketua Umum Ketua Umum berikutnya setelah Hoky. Lalu  Keadilan macam apakah yang sedang dipertontonkan dalam Kasus Pelanggaran Hak Cipta Apkomindo ini ?

Menanggapi hal ini Ir. Soegiharto Santoso hanya mengatakan,”Bersabar dan tetap berdoa, karena kebenaran tidak akan berpihak. Kebenaran akan menampakkan wajahnya, tepat pada waktunya,” Ujarnya saat media ini mencoba mewawancarainya usai sidang di PN Bantul.

(Team)

Berita Terkait

00036997

Total pengunjung : 36997
Hits hari ini : 97
Total Hits : 170246
Pengunjung Online : 3

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)