19 November 2016 | dilihat: 863 Kali
Aksi Bela Islam III, TNI Siap untuk Berjihad
noeh21
(Ist)

WartaOne, Jakara – Seluruh komponen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI telah sepakat untuk menggelar aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016. Aksi tersebut dilakukan karena Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka penistaan agama tidak ditahan oleh Mabes Polri.

Sehubungan dengan itu, Wakil Sekjen (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Zaitun Rasmin, mengatakan bahwa, aksi lanjutan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI mendatang merupakan aksi damai. 

"Dari GNPF menjamin bahwa ini aksi damai, bahkan super damai," kata Zaitun dalam diskusi polemik akhir pekan bertajuk 'Ahok Effect' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11).

Pelanggaran yang dilakukan oleh Ahok diantaranya adalah, pasal 156a KUHP yang ancaman hukumannya lima tahun penjara dan kekhawatiran bahwa Ahok akan mengulangi perbuatannya.

"Sesuai KUHP dia dapat ditahan, yang kedua, bahwa agar tidak diulangi lagi, ini berpotensi, ternyata pada hari pertama ditetapkan tersangka, dia sudah mengulangi lagi," katanya.

Ia juga menekankan aksi 2 Desember mendatang bukan dalam rangka mengintervensi proses penegakkan hukum kasus Ahok. Menurutnya, tuntutan ini sebagai aksi untuk mengawal proses hukum.

Aksi damai ini berpusat di bundaran HI dan sepanjang jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Semanggi sampai Patung Kuda.

Pada kesempatan terpisah, Prajurit TNI dinyatakan siap untuk berjihad dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, sudah menjadi tanggung jawab TNI mempertahankan tiap jengkal keutuhan negara.

Usai mengikuti istighosah bersama ulama dan masyarakat Sumut di Lanud Soewondo Medan, Jenderal Gatot mengatakan, pihaknya menghargai setiap proses demokrasi, termasuk unjuk rasa yang dilakukan elemen masyarakat. Namun TNI memiliki kewajiban untuk berperan jika ada upaya yang berniat untuk merusak dan menghancurkan NKRI.

Ketika ditanya sikapnya terkait rencana aksi damai pada 2 Desember, Panglima TNI menyatakan pihaknya lebih banyak berdoa untuk kebesaran dan keutuhan bangsa.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta agar aksi Bela Islam jilid III pada 2 Desember digelar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia pun menegaskan prajurit TNI akan siap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari seluruh ancaman yang muncul.

Gatot berharap aksi 2 Desember nanti akan berjalan tertib, damai dan tanpa gangguan. Ia mengingatkan pihak-pihak yang ingin merusak NKRI akan berhadapan dengan prajurit TNI dan personel Polri. (rep/ep)

Berita Terkait

00030902

Total pengunjung : 30902
Hits hari ini : 106
Total Hits : 155752
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)