10 Maret 2017 | dilihat: 605 Kali
Ada Apa Dibalik Ketertutupan Sidang Kasus e-KTP?
noeh21

WartaOne, Jakarta – Sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP digelar di  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (09/03/2017) membacakan dakwaan atas Sugiharto dan Irman.

Sugiharto dan Irman disangka dengan pasal 2 ayat 1subsider pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 (UU Tipikor) jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Berkas atas terdakwa Irman sebanyak 11.000 lembar dengan jumlah saksi sebanyak 73 orang dan 5 saksi ahli yang telah diperiksa. Sedangkan untuk terdakwa Sugiharto, berkas yang disampaikan sekitar 13.000 lembar dengan jumlah saksi sebanyak 294 orang dan 5 orang saksi ahli.

Dengan alasan demi efisiensi biaya, KPK menyatukan berkas perkara Sugiharto, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen dukcapil Kemendagr dan Irman,  Dirjen Dukcapil Kemendagri.

Pada sidang yang dipimpin oleh Hakim Jhon Halasan Butar Butar dengan anggota Anwar, Franki Tambuwun, Emillia dan Anshori, melarang televisi untuk menyiarkan secara langsung.

Humas PN Jakarta Pusat, Jamaluddin Samosir mengatakan, Pengadilan menetapkan bahwa persidangan tidak dapat disiarkan langsung oleh media televisi berdasarkan kajian. Menurutnya, persidangan yang disiarkan langsung akan berdampak negatif di masyarakat.

Terkait dengan pelarangan siarang langsung tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo mengaku kecewa.

Kepada wartawan, Roy Suryo mengatakan pihaknya sangat mendukung Komisi Penyiaran Informasi untuk mempertanyakan sebab dilarangnya penayangan langsung sidang tersebut.

“Kasus e-KTP ini bukan kasus asusila, harusnya transparan dan terbuka untuk publik. Ini hak publik yang dikurangi,” ujarnya kepada inilah.com.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menegaskan, bahwa ini adalah haknya masyarakat untuk mendapatkan informasi seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Ini era keterbukaan, buka satu ya buka semua dong, jangan dipilih-pilih. Kalau ditutupi berarti ada sesuatu,” jelasnya. (mrm)

Berita Terkait

00030903

Total pengunjung : 30903
Hits hari ini : 128
Total Hits : 155774
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)