16 Desember 2016 | dilihat: 1127 Kali
Kisah Para Malaikat Rasa Twilight
noeh21
Adegan Film Fallen (ist)

WartaOne, Jakarta - Sejak hikayat Twilight tamat di layar perak, Hollywood terus mencari cerita yang diharapkan mampu memuaskan dahaga penonton jenis itu. Fallen tampaknya diniatkan betul mengundang mereka yang tempo hari terbius dengan cerita kisah cinta Edward Cullen dan Bella Swan.

Bahkan sejak cerita aslinya terbit dalam bentuk novel pada 2009 lalu, kisah karangan Lauren Kate ini telah dilabeli sebagai tiruan Twilight karya Stephanie Meyer.

Jika Twilight mengambil cerita kisah cinta vampir dengan manusia, Fallen berfokus pada malaikat yang jatuh cinta pada seorang gadis SMA.

Fallen mengambil sejumput kisah dari tradisi Kristiani tentang pengingkaran Iblis Lucifer pada ajaran Tuhan. Lucifer dan pengikutnya dilempar ke neraka.

Malaikat yang masih berada di jalan yang benar sebagai pelayan Tuhan tetap tinggal di surga. Namun, ada sebagian malaikat yang memilih tak berpihak. Mereka inilah yang disebut sebagai "fallen" atau yang terkutuk, tak bisa tinggal di surga dan harus mengembara di bumi, hidup bersama manusia.

Lalu, pada apa para malaikat ini setia? Tak lain, tak bukan pada cinta. Ah, so sweet...

Di Fallen kita bertemu Lucinda "Luce" Price (Addison Timlin), "Bella Swan"-nya kisah ini. Seperti Bella dulu, Luce menjalani kehidupan baru. Ia masuk sekolah asrama khusus Sword & Cross yang dihuni remaja berperangai aneh dan liar. Luce mendapati dirinya memiliki penglihatan berwujud awan hitam. Saat awan itu muncul, terjadi musibah. Terakhir, pacarnya tewas dalam sebuah rumah yang terbakar usai Luce melihat awan hitam.

Di sekolah barunya tersebut, Luce bertemu Grigori (Jeremy Irvine). Meski baru pertama berjumpa, Luce merasa wajah Grigori tak asing baginya. Ia mendapat penglihatan telah lama mengenal Grigori berabad lampau. Sementara itu, Grigori berusaha keras menjauhi Luce.

Nyatalah kemudian kita tahu, Grigori adalah salah satu malaikat yang dikutuk tinggal di bumi, sedangkan Luce adalah titisan kekasihnya dari masa lalu.

Saat semua itu terungkap, gairah cinta mereka tak lagi terbendung. Namun di saat bersamaan, takdir yang ditakuti Grigori pun bakal terjadi: kekasihnya itu bakal bernasib naas seperti selama ribuan tahun ini terus terulang terjadi.

Jika Twilight adalah sebuah cetak biru bagi jenis film roman remaja fantasi, maka versi layar lebar Fallen yang diadaptasi Scott Hicks ini menggunakan template atau cetakan yang sama.

Gaya cool Jeremy Irvine tampak betul mirip Robert Pattinson saat jadi vampir Edward Cullen di Twilight. Tengok pula nuansa film yang terasa memindahkan atmosfir Twilight ke Fallen. Daerah yang penuh kabut hanya ditambahi ornamen gedung abad ke-18 sebagai latar sekolah.

Tengok pula bahasa tubuh para pemainnya. Kita bisa langsung mengidentikkan Luce adalah Bella dan Grigori bak Edward. Selain itu, gaya mereka bercakap-cakap dan saling tatap juga tampak familiar bagi yang akrab nonton Twilight. Bumbu kisah cinta segitiga juga seolah mengambil cetak biru dari Twilight.

Pertanyaannya kemudian, jika memakai template Twilight, apa Fallen sebuah karya yang berhasil?

Tergantung bagaimana kamu mentolerir sebuah karya sebagai tiruan karya lain. Saya pun tak hendak menyalahkan pilihan kreatif sineas Fallen. Sebab, bagi saya, pilihan kreatif tersebut adalah sebuah keputusan yang didasari pertimbangan marketing: ada pasar bagi kisah Twilight dulu, kini Twilight tamat dan pasar itu hendak diisi Fallen.

Fallen berakhir menggantung sebagaimana kecenderungan film franchise masa kini agar penonton penasaran nonton film berikutnya. Namun, apakah kita tertarik nonton film baru rasa lama lagi? Itu pertanyaan besarnya. (storibriti.com)

Berita Terkait

00031356

Total pengunjung : 31356
Hits hari ini : 173
Total Hits : 156729
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)