14 Februari 2017 | dilihat: 1225 Kali
Permainan di Balik TKI Ilegal
noeh21
TKI (ist)

WartaOne, Jakarta – Imigrasi Bandara Soekarno Hatta kembali menggagalkan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Sebanyak 17 calon TKI diamankan. Sebelumnya, pada Oktober 2016 lalu, pihak imigrasi juga berhasil menggagalkan 80 calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) dengan tujuan Timur Tengah.

17 orang CTKI tersebut ini rencanyanya akan diberangkatkan kebeberapa negara timur tengah seperti Qatar, Doha dan Abu Dhabi.

Sebelumnya, Pemerintah telah melakukan moratorium dengan Kepmenaker No 260 Tahun 2015 tentang penghentian dan pelarangan penempatan TKI pada penggunaan Perseroan di negara negara kawasan Timur Tengah.

Walaupun moratorium telah ditetapkan, namun masih ada saja oknum yang dengan berbagai cara berusaha memberangkatkan para TKI illegal tersebut. Salah satu modus yang digunakan adalah dengan menggunakanVisa Kunjungan Pribadi (Visa Ziarah).

Visa Ziarah sangat mudah didapatkan di beberapa Perwakilan Kedutaan Negara Negara yang masih membutuhkan Tenaga Kerja Indonesia. Tenaga kerja Indonesia adalah pilihan utama untuk dipekerjakan dengan alasan karena tenaga kerja asal Indonesia merupakan pekerja yang ulet, bersih dan rapih.

Oleh karena itulah para agen penyalur tenaga kerja di Timur Tengah berupaya semaksimal mungkin untuk mendatangkan tenaga kerja asal Indonesia. Tentu saja melalui kerjasama dengan oknum PJTKI atau bekerjasama langsung dengan agen penyalur tenaga kerja di Indonesia.

Beberapa waktu lalu Kepala BNP2TKI mengatakan bahwa pengiriman tenaga kerja ke Ttimur Tengah meningkat pesat, padahal moratorium sedang berjalan. Ada apa, bagaimana modusnya?

Modus:  

  1. Menggunakan Visa Umroh; Visa Umroh merupakan cara paling mudah untuk menyelundupkan tenaga kerja ke Saudi Arabia. Dengan alasan melaksanakan ibadah umroh mereka terbang ke Saudi Arabia, tetapi setelah selesai menjalani prosesi ibadah umroh, mereka tidak kembali ketanah air tetapi diambil oleh rekan rekan mereka yang sudah menunggu di Saudi. Agen nakal di Saudi inilah yg nantinya akan mempekerjakana para TKI ilegal ini kepada orang Saudi yang sudah memesan.
  2. Menggunakan Visa Ziarah Pribadi (Visa Ziarah Ailiyyah); Agen di Timur Tengah mengajukan Visa Ziarah Kunjungan Pribadi bagi calon tenaga kerja yg sudah mereka pesan kepada Agen di Indonesia. Durasi kunjungan jenis visa ini adalah 1 sampai 3 bulan. Tetapi ditempat mereka bekerja bisa diperpanjang masa berlaku visa tersebut apalagi jika para pemesan adalah para pejabat atau orang penting di negaranya.

Modus menggunakan visa ziarah sebagai pintu masuk TKI ke Timur Tengah sebenarnya sudah tercium oleh perwakilan negara negara Timur Tengah yang ada di Indonesia.

Contohnya, Kedutaan Saudi Arabia beberapa bulan lalu mengeluarkan pengumuman bagi PJTKI untuk tidak memproses atau memasukkan permohonan bagai pemohon visa Kunjungan Pribadi/Visa Ziarah Ailiyyah, dan barang siapa yang melanggarnya akan dilakukan pemutusan hubungan kerjasama dengan pihak Kedutaan Saudi Arabia.

Langkah ini patut mendapatkan apresiasi, karena memang Saudi Arabia masih merupakan pilihan para TKI untuk mengais rejeki.

Menggunakan visa ziarah untuk masuk ke Timur Tengah sangatlah beresiko, tidak ada jaminan keamanan bagi para TKI, seperti kontrak kerja, jaminan kesehatan, jumlah gaji yang akan diterima, dan hal hal lain yang biasanya tertuang dalam kontrak kerja selama TKI berada disana.

Para oknum agen pemberangkatan ilegal tentu tidak akan mengatakan hal tersebut kepada para calon tenaga kerja, karena pasti para calon tenaga kerja Indonesia akan menolak untuk berangkat, tanpa kejelasan yang pasti nasib mereka setelah sampai disana.  

Berangkat dari hal tersebut, perlu adanya sinergitas dari BNP2TKI, Imigrasi dan pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian, untuk melakukan pencegahan sedini mungkin, agar praktek pemberangkatan CTKI ke Timur Tengah bisa diminimalisir, bahkan dihentikan sama sekali.

Selain itu, segera tercapai kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan beberapa negara di Timur Tengah yang sering menggunakan jasa TKI, sehingga perekrutan dan pemberangkatan CTKI ke Timur Tengah tidak lagi dilakukan secara sembunyi sembunyi. (mrm)

Berita Terkait

00031353

Total pengunjung : 31353
Hits hari ini : 103
Total Hits : 156659
Pengunjung Online : 2

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)