31 Desember 2016 | dilihat: 933 Kali
Tuntutan Warga Pasaman Barat Kepada Aburizal Bakri
noeh21

WartaOne, Pasaman Barat – Masyarakat Kampung Gunung Marisi Kanagarian Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, meminta pertanggungjawaban PT Bakri Pasaman Plantations atas janjinya untuk membangun kebun plasma.

Aburizal Bakri bersama PT Bakri Pasaman Plantations pada tahun 1992 lalu menjanjikan masyarakat setempat untuk membangun kebun Plasma bagi warga yang tanahnya diserahkan kepada perkebunan PT Bakri Pasaman plantations. Namun kesepakatan yang didukung oleh bukti dan data dari PT Pasaman Bakri Plantations kepada masyarakat Gunung Marisi tersebut hingga hari ini tidak ada realisasinya.

Pemuka masyarakat setempat, Yurizal Lubis  mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan surat pada tanggal 05 juli 2012 lalu  ke PT Pasaman Bakri Plantations, saat itu bertepatan dengan Aburizal Bakri mencalonkan diri sebagai Presiden.

“Saya berharap waktu itu mendapat tanggapan dari beliau (ARB). Waktu itu dicalonkan menjadi  Presiden, ternyata surat itu tidak ditanggapi,” ucap Yurizal.

Menurutnya, setelah 20 tahun menanti, seharusnya masyarakat Gunung Marisi sudah bisa menikmati hasil plasmanya. Semua dihitung berdasarkan hitungan dan analisa dari ahli  perkebunan selama kurun waktu 20 tahun (1992 sampai tahun 2012).

“Semestinya masyarakat Gunung Marisi sudah mendapatkan hasil TBSnya sebanyak 55.500 ton dan sudah bisa dinikmati. Itu baru hingga kurun tahun 2012, sekarang sudah mau 2016 akhir bahkan sudah masuk tahun 2017,” lanjutnya.

Di dalam suratnya Yurizal juga menegaskan, andaikan mereka menepati sesuai dengan apa yang dijanjikan maka semua warga masyarakat Gunung Baris sudah mendapat imbalan sesuai dengan data-data dari hasil dari perkebunan.

“Kalau dibangun tahun 1992, brarti sudah 20 tahun maka hasil TBS daripada hasil sawit  yang 75 ha 75 kapri itu dan yang 150 ha itu sudah menjadi 55.500 ribu ton,” tegasnya.

Yurizal juga menerangkan, karena tidak ada tanggapan dari PT Pasaman Bakri Plantations , bahkan sudah menyampaikan persoalan ini ke Pemda Pasaman Barat dan pihak terkait, maka, sebagai yang mewakili masyarakat Gunung Marisi dan sekitarnya yang menjadi korban, untuk melakukan berbagai  upaya agar pihak Bakri Pasaman Plantations  segera merealisasikan dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dijanjikan.

Lebih jauh Yurizal mengatakan, pada tahun 2000 dirinya pernah disurati oleh pihak PT Bakri Pasaman Plantations. Dalam surat yang ditandatandangi oleh Manager PT Bakri Pasaman Plantations, Ir. Bambang Arya, memohon tenggang waktu selama enam bulan agar dapat mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan apa yang diminta dan diharapkan oleh warga masyarakat  Gunung Marisi.

“Ini wanprestasi! Sebab janji yang sudah terlalu lama ini tidak pernah direalisasikan!,” tegasnya.

Terkait dengan keberadaan PT Bakri Pasaman Plantations, saat ini izin (HKU) untuk tahap pertamanya sudah habis masa berlakunya dan sedang dalam proses perpanjangan. Untuk itu, masyarakat setempat meminta kepada Pemda Pasaman barat dan instansi terkait agar berhati-hati. Jangan dikeluarkan (HKU) sebelum janjinya dipenuhi.

Di akhir perbincangan Yurizal selaku Lililama warga Kampung  Gunung Marisi mengatakan bahwa tuntutan pemenuhan janji ini bukan hanya suara masyarakat Gunung Marasi tapi juga berbagai kelompok yang juga dijanjikan oleh PT Bakri Pasaman Plantations.

 “Sekali lagi saya berharap kepada pihak Bakri Pasaman Plantations untuk mempertanggungjawabkan dan memenuhi janjinya kepada masyarakat kampung  Gunung Marisi dan yang lainnya. Barangkali itu saja yang dapat saya sampaikan, terima kasih,” pungkasnya.(MH/DD)

Berita Terkait

00031405

Total pengunjung : 31405
Hits hari ini : 365
Total Hits : 156921
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)