20 November 2017 | dilihat: 10310 Kali
Tuntutan Tak Kunjung Dipenuhi, Ribuan Buruh Kelapa Sawit Tetap Mogok Kerja
noeh21
Kornelis W Gatu, S.Sos., M.Hum, Ketua Serikat Pekerja Nasional DPD Kaltim

WartaOne, SANGATA- Mediasi kesekian kalinya yang difasilitasi Kabid Hubungan Industrial & Jamsostek Kabupaten Kutai Timur antara Serikat Pekerja Nasional (SPN) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalimantan Timur dengan menejemen PT Bumi Mas Agro (BMA) di gelar hari ini dikantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sangata, Kalimantan Timur.

Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sangata, Kutai Timur.

Mediasi yang berjalan alot tersebut hanya mendapatkan lima kesepakatan dari sembilan tuntutan yang diajukan SPN selaku wakil dari para buruh kepada pihak PT BMA Perusahaan Kelapa Sawit yang terletak di Desa Marungkangan, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur.

Suasana mediasi yang dipimpin langsung oleh Ramli SH, Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek

“Hanya mendapatkan lima dari sembilan atau sisa dari 14 poin tuntutan secara keseluruhan yang harus dipenuhi oleh pihak PT BMA”. Ujar Kornelis W Gatu, S.Sos., M.Hum Ketua SPN DPD Kaltim selaku wakil dari para pekerja, Senin, (20/11).

Adapun lima poin kesepakatan yang berhasil disepakati kedua belah pihak hari ini salah satunya adalah  kordinasi yang akan dilakukan pihak PT BMA ke Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur untuk proses pembuatan E-KTP bagi karyawan lepas untuk proses pembuatan SK pengangkatan sebagai karyawan tetap.

Kornelis W Gatu, S.Sos., M.Hum Ketua SPN DPD Kaltim Sataa menandatangani Surat Perjanjian Bersama

Awalnya telah dilakukan upaya mediasi keduabelah pihak dengan tercapainya beberapa poin kesepakatan dari 14 poin yang diajukan SPN menyangkut status karyawan lepas menjadi keryawan tetap, karena menurut Kornelis banyak karyawan yang sudah bertahun-tahun bekerja namun hanya berstatus karyawan harian lepas.

“ Yang pertama menyangkut status karyawan harian lepas agar dijadikan karyawan tetap karena banyak para pekerja disini yang sudah bertahun-tahun bahkan ada yang sudah tujuh tahun namun masih harian lepas. Ya itu merupakan hak normatif para pekerja”. Ungkap Kornelis kepada WartaOne.

Kemudian lanjut Kornelis, terkait sistem kerja target yang dinilai memberatkan para pekerja, namun point tersebut saat ini tengah di kaji lebih lanjut oleh menejemen PT BMA.

“ Kami meminta jangan melakukan sistem kerja target karena akan memberatkan para pekerja karena pekerja itu harus dipekerjakan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Jangan sampai exploititasi tenaga buruh Kelapa Sawit. Itu yang kita hindari jangan sampai mereka sakit akibat kerja, dan kalau itu, tentunya perusahaan sendiri juga akan rugi”. Imbuhnya.

Sementara itu, Abraham Bria selaku pekerja dilapangan mengaku keberatan dengan peraturan yang ditetapkan PT BMA. Salahsatunya alat pendukung kerja yang tidak di sediakan secara gratis oleh perusahaan melainkan harus dibeli dengan sistim potong gaji bagi pekerja yang ingin menggunakan alat sedangkan upah yang ia terima perbulan jauh dari cukup.

Abraham Bria, Buruh PT BMA

“ Kesulitan yang kita alami dilapangan ya tidak difasilitasi alat, disana kita disediakan namun harus beli, mulai dari Angkung, dodos, tojok, cep yang harganya sekitar sembilan ratus ribu rupiah. Itu kalo kita mau pakai harus beli nanti dipotong gaji”. Ungkapnya.

Ditambah lagi, lanjut Abraham, “ tugas saya kan hanya panen sawit tapi disana juga disuruh menebang pelepah sama berondolan harus dipungut, kalo tidak kita kena SP 1 dari pihak pengusaha. Padahal kita kerja pakai target, kalau kita tidak mendapatkan hasil sesuai target kita tidak masuk harian kerja. Seperti kerja paksa gitu pak”. Imbuhnya.

“ Ya tentunya kita semua berharap tidak dipekerjakan secara semena-mena dengan menghapus sistem kerja target. Kami juga meminta agar difasilitasi untuk menunjang kinerja kami agar dapat mengurangi berbagai kesulitan kami dilapangan”. Harapnya.

Sebelumnya, ribuan buruh sepakat untuk melakukan aksi mogok kerja yang akan dimulai pada hari Selasa 21 November 2017 besok. Aksi yang di pelopori oleh SPN tersebut tetap akan dilaksanakan akibat belum tercapainya kesepakatan penuh atas 14 tuntutan para pekerja.

“ Kami tetap akan melakukan aksi mogok kerja sebelum tuntutan kami dipenuhi secara keseluruhan oleh perusahaan PT BMA”. Tegasnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industrial & Jamsostek Ramli, SH selaku mediator mengapresiasi keduabelah pihak yang telah mendapatkan beberapa poin kesepakatan, meskipun pihak SPN mengaku tetap akan melakukan aksi mogok kerja esok.

Ramli SH, Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek

“ Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada keduabelah pihak atas tersepakatinya beberapa poin kesepakatan yang kita tandatangani bersama tadi. Itulah upaya kami untuk mencegah terjadinya aksi mogok kerja besok”. Ujar Ramli.

Dalam hal ini, Management PT BMA menolak untuk diwawancarai oleh awak media WartaOne. (red-wo)

Berita Terkait

00026500

Total pengunjung : 26500
Hits hari ini : 127
Total Hits : 127058
Pengunjung Online : 1

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jl. Utan Kayu Raya No. 25 Matraman
Telp/Fax: 021-2298 5718 Jakarta Timur 13120
Rek. Mandiri: 006-00-0270782-0
(an. PT Olan Cali Shanzaki Putra)